CERPEN: Duel drone di langit Haifa

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Rabu, 18 Juni 2025 | 22:49 WIB
Ilustrasi - Langit Kota Haifa yang dipenuhi drone balasan dari Iran
Ilustrasi - Langit Kota Haifa yang dipenuhi drone balasan dari Iran

Salman menghela napas. "Oh, itu... mungkin mereka mau bikin sate kambing massal? Atau mereka sedang mengadakan festival kambing anti-Zionis? Yah, biarkan saja. Kami punya unta, mereka punya kambing. Semua sama-sama mamalia."

Kembali ke ruang kendali ZDF. Layar monitor tiba-tiba menampilkan wajah Jenderal Salami, yang sedang tersenyum lebar.

"Salam, wahai Zionis! Kami telah meluncurkan fase kedua dari operasi kami: 'Proyektil Pencerahan Kuliner'!"

Baca Juga: Polda Metro klarifikasi UGM dan SMAN 6 Solo terkait laporan Jokowi soal dugaan ijazah palsu

Dari langit, ratusan drone kecil berbentuk piring terbang mulai berjatuhan. Tapi alih-alih bom, drone-drone itu menjatuhkan brosur. Brosur tentang resep nasi kebuli.

"Ini gila!" teriak Moshe. "Mereka mencoba mengganti otak kita dengan resep masakan, seperti di film Inception tapi versi kuliner!"

Seorang tentara muda tak sengaja menangkap salah satu brosur. "Komandan," katanya ragu, "resepi ini... kelihatannya enak sekali. Ada bumbu rempahnya..."

Melihat kekacauan yang ditimbulkan oleh Nasi Kebuli Destroyer dan brosur kuliner, Presiden Biden akhirnya mengambil keputusan drastis.

"Trump! Kau harus menekan Israel untuk menghentikan ini! Ini sudah di luar kendali! Aku tidak mau ada perang yang disebabkan oleh... resep makanan!"

Baca Juga: ASN kini boleh kerja dari mana saja, aturan baru WFA resmi berlaku

Di Mar-a-Lago, Donald Trump sedang sibuk memilih antara golf atau nge-tweet. "Apa?! Nasi kebuli?! Itu masakan orang Arab, kan? Aku tidak suka! Bilang pada Israel, jika mereka menyerang Khamenei, aku akan membuat restoran taco terbesar di Yerusalem! Dan Israel tidak akan mendapatkan taco gratis seumur hidup!"

Ancaman Trump rupanya lebih efektif dari ancaman militer. Israel ketar-ketir. Kehilangan akses taco gratis adalah bencana yang lebih besar daripada ancaman rudal.

Pertanyaan "siapa yang akan menang" kini terasa konyol. Karena di Timur Tengah, tidak ada yang menang. Hanya ada orang-orang yang semakin lapar, semakin bingung, dan semakin banyak resep masakan.

Perang ini tidak akan berakhir dengan kehancuran total, melainkan dengan pertukaran resep rahasia dan kompetisi masak internasional yang disiarkan di seluruh dunia.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel memanas, Trump sebut Khamenei target mudah: Kami tahu tempat persembunyiannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X