Perang Iran vs Israel: Iran ancam Netanyahu, sebut hukuman yang sebenarnya akan tiba

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 18 Juni 2025 | 14:53 WIB
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu (tengah) (Instagram.com/@b.netanyahu)
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu (tengah) (Instagram.com/@b.netanyahu)

GENMILENIAL.ID – Memasuki hari kelima konflik bersenjata antara Iran dan Israel, situasi semakin memanas.

Iran menyatakan akan melancarkan operasi hukuman (punitive operation) yang lebih besar terhadap Israel sebagai balasan atas serangan udara mendadak ke Teheran.

Ketegangan bermula ketika militer Israel menggempur wilayah ibu kota Iran pada Jumat, 13 Juni 2025.

Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel sehari setelahnya.

Baca Juga: Vidi Aldiano kaget digugat Rp24,5 miliar, kuasa hukum nilai gugatan tak berdasar

Dilansir dari Al Jazeera, jumlah korban jiwa di pihak Iran telah mencapai 224 orang, termasuk sejumlah perwira tinggi militer.

Sementara itu, di pihak Israel tercatat 24 orang tewas dan 592 lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyatakan bahwa 'hukuman yang sebenarnya' akan segera tiba.

Ia menyebut serangan balasan Iran sejauh ini hanya permulaan, dan operasi militer selanjutnya akan lebih besar dan lebih terarah.

Baca Juga: Istana soal evakuasi WNI di Iran dari agresi Israel: Masih koordinasi dan pantau situasi

“Serangan ini adalah bentuk hukuman atas pelanggaran terang-terangan Israel terhadap hukum internasional, termasuk pembunuhan sekitar 300 jurnalis di Gaza dan Lebanon serta serangan ke kantor Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB),” kata Mousavi, dikutip dari Times of India, Rabu, 18 Juni 2025.

Mousavi juga memperingatkan warga sipil Israel, terutama di Tel Aviv dan Haifa, untuk segera mengungsi guna menghindari dampak dari serangan lanjutan Iran.

“Warga diharapkan mengungsi demi nyawa kalian. Jangan jadi korban akibat arogansi Netanyahu. Hukuman yang sebenarnya akan tiba,” tegasnya.

Baca Juga: 3 Fakta di balik keputusan Prabowo soal 4 pulau sengketa yang diklaim sah milik Aceh, bukan Sumut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Al Jazeera, IRNA, Times of India

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X