Polda Metro klarifikasi UGM dan SMAN 6 Solo terkait laporan Jokowi soal dugaan ijazah palsu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 18 Juni 2025 | 18:44 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi (kiri) (mediahub.polri.go.id)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi (kiri) (mediahub.polri.go.id)

GENMILENIAL.ID – Penyelidikan terhadap laporan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, atas dugaan penyebaran berita bohong mengenai ijazah miliknya terus bergulir.

Kini, Polda Metro Jaya melakukan klarifikasi kepada dua institusi pendidikan yang disebut-sebut dalam isu tersebut: SMAN 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Langkah ini merupakan bagian dari proses pengumpulan data dan verifikasi awal untuk mendalami kebenaran tudingan yang menyeret nama Presiden.

Baca Juga: ASN kini boleh kerja dari mana saja, aturan baru WFA resmi berlaku

“Upaya penyelidik beberapa hari terakhir adalah klarifikasi terhadap salah satu SMA negeri di Surakarta dan universitas di Yogyakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan, Rabu, 18 Juni 2025.

Ade Ary menegaskan bahwa proses tersebut belum masuk tahap penyidikan, karena pihak kepolisian masih melakukan pengecekan fakta dan kelengkapan dokumen yang diperlukan.

“Setelah itu akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah peristiwa itu merupakan tindak pidana atau tidak,” jelasnya.

Saat ditanya soal jumlah saksi yang telah diperiksa, pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel memanas, Trump sebut Khamenei target mudah: Kami tahu tempat persembunyiannya

Informasi detail terkait hasil klarifikasi akan diumumkan dalam waktu mendatang setelah proses penyelidikan dirampungkan.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi sebelumnya melaporkan lima orang berinisial RS, ES, RS, T, dan K ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan fitnah dan melakukan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dilayangkan terkait dugaan bahwa ijazah yang digunakan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai Presiden adalah palsu.

Kasus ini menyedot perhatian publik, terutama di tengah dinamika politik nasional yang semakin menghangat menjelang Pemilu 2029.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X