Iran undang Presiden Prabowo di tengah konflik dengan Israel, apa maksudnya?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 18 Juni 2025 | 12:27 WIB
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (kiri) dan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) (Instagram.com/@drpezeshkian_ir - @prabowo)
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (kiri) dan Presiden RI, Prabowo Subianto (kanan) (Instagram.com/@drpezeshkian_ir - @prabowo)

GENMILENIAL.ID – Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk berkunjung ke Teheran.

Undangan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di Jakarta, tak lama setelah eskalasi konflik Iran-Israel kembali memanas.

"Melalui kesempatan ini saya menyampaikan undangan kembali kepada Yang Mulia Presiden Prabowo untuk kunjungi Iran," ujar Boroujerdi, dikutip Rabu, 18 Juni 2025.

Undangan tersebut mencuat di tengah ketegangan kawasan, usai aksi saling serang antara Iran dan Israel pada 13 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Empat pulau sengketa jadi milik Aceh, Gubernur Mualem: Ini sejarah baru untuk NKRI

Menurut Boroujerdi, undangan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari harapan Iran agar Prabowo dapat memainkan peran penting dalam diplomasi internasional.

"Beliau adalah tokoh yang sangat aktif dalam berdiplomasi luar negeri, dan kami yakin kehadiran beliau akan membawa keseimbangan," kata Boroujerdi.

Boroujerdi menambahkan, status Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif menjadikan Presiden Prabowo sebagai sosok yang potensial dalam menengahi konflik internasional.

Indonesia dinilai netral dan tidak terikat oleh aliansi militer, sehingga kehadiran pemimpinnya dalam forum-forum strategis akan disambut terbuka.

Baca Juga: Danantara gandeng Chandra Asri dan INA bangun pabrik kimia Rp13 triliun, masuk proyek strategis nasional

"Beliau mengunjungi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan berbagai negara di dunia. Ini penting untuk menciptakan dialog dan keseimbangan," lanjutnya.

Undangan ini juga datang di saat Presiden Prabowo dijadwalkan untuk kunjungan bilateral ke Rusia dan akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin pada 19 Juni 2025.

Namun pihak Iran menegaskan, mereka siap menyesuaikan waktu demi terlaksananya dialog bilateral Iran-Indonesia.

"Undangan ini adalah undangan langsung dari Presiden Pezeshkian. Kita bisa atur waktu agar perbincangan bilateral dapat berlangsung," tutup Boroujerdi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X