Baca Juga: PPATK blokir massal rekening terkait judol, ini 2 cara membukanya kembali
Tak gentar
Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
Maju
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
Maju
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Baca Juga: Presiden Prabowo kunjungan resmi ke Thailand, bertemu Raja dan PM Paetongtarn
Sungguh pun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
3. Kembalikan Indonesia Padaku (karya Taufiq Ismail)
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya
Baca Juga: Dirut Perumda TRS tanggapi cepat keluhan air keruh, gelar audiensi dengan warga Subang
Kembalikan Indonesia Padaku
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 watt
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 watt, sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang, sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta bola lampu 15 watt ke dasar lautan
Baca Juga: Pemblokiran massal rekening bank ramai di medsos, PPATK jelaskan alasan dan cara mengurusnya
Kembalikan Indonesia Padaku
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt, sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian
Artikel Terkait
7 Tips menulis puisi, menggali keindahan dalam kreativitas kata
Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam
Mengenal Tetralogi Pulau Buru: Warisan sastra yang membongkar sejarah dan kemanusiaan
Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng
Politik sebagai moralitas, bukan sekadar kekuasaan
Syahrir dan dunia internasional: Diplomasi sebagai jalan kemanusiaan