Lewat buku ini, pembaca diajak menyelami hati seorang Wanita yang tak menyerah pada keadaan,kaarena air mata bukanlah tanda kelemahan,melainkan bukti bahwa kelembutan dan kekuatan bisa menyatu dalam satu jiwa.
“Aku bukan tak terluka-aku hanya memilih diam, agar dunia tahu bahwa luka pun bisa menjelma puisi”.
Baca Juga: Remaja dibacok di Pamanukan, polisi gerak cepat ringkus pelaku dan sita 5 sajam
Bionarasi
Ai Lundeng adalah nama pena yang diberikan oleh ayah tercintanya. Ia lahir di sebuah desa kecil yang ada di Purwakarta tahun 1973.
Selain seorang ibu rumah tangga, saat ini Ai lundeng adalah salah satu tenaga pendidik di Madrasah Negeri.
Ia merupakan penulis yang menaruh perhatian pada isu-isu kehidupan, perasaan batin perempuan dan kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui bukunya 'Gemuruh Palung Hati’ Ai menyuarakan pergolakan jiwa seorang wanita.
Baca Juga: Perang dagang AS vs China, Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu kini sepakat pangkas tarif impor
Menulis puisi adalah salah satu hobinya sejak dia duduk dibangku Mts, begitu pula dengan membacakannya, banyak karyanya yang sudah dia bacakan sendiri, dan ia uploud ke chanel YouTube dan media sosial miliknya.
Buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' merupakan buku pertamanya, sedangkan buku puisi keduanya yaitu 'Goresan Pena di Ujung Senja'
Menulis puisi bagi Ai Ludeng merupakan kegiatan yang menyenangkan disamping hobinya yang suka traveling dan bernyanyi.
Hingga saat ini, kurang lebih ada 300 puisi yang sudah ia buat dan berbagai event yang sudah ia ikuti.
Ai pun berkeyakinan bahwa dengan menulis puisi, seorang perempuan bisa menyembuhkan luka hatinya dengan hal yang positif.***
Artikel Terkait
Penyair Wiji Thukul, aktivis perlawanan yang dihilangkan karena puisi
Pulo Lasman Simanjuntak berikan tanda tangan simbolik pada buku antologi puisi penyair perempuan Indonesia
Refleksikan kegelisahan perempuan, Mahasiswa GMNI gelar aksi pembagian mawar, teaterikal dan musikalisasi puisi
Puisi : Episode 'Hujan, Desember 2020
Sinopsis novel 'Sang Tokoh' karya Wina Armada Sukardi
Merajut keragaman dalam sastra, UKWMS Kampus Madiun gelar 'Tadarus Puisi dan Pameran Puisi Eksperimental'
Puisi-puisi pilihan Soe Hok Gie: Suara sunyi yang tak pernah padam