Sinopsis buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' karya Ai Lundeng

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 13 Mei 2025 | 07:49 WIB
Buku antologi puisi Gemuruh Palung Hati (kiri) dan penulis puisi Ai Lundeng (kanan) (Dok. Istimewa)
Buku antologi puisi Gemuruh Palung Hati (kiri) dan penulis puisi Ai Lundeng (kanan) (Dok. Istimewa)

Lewat buku ini, pembaca diajak menyelami hati seorang Wanita yang tak menyerah pada keadaan,kaarena air mata bukanlah tanda kelemahan,melainkan bukti bahwa kelembutan dan kekuatan bisa menyatu dalam satu jiwa.

 “Aku bukan tak terluka-aku hanya memilih diam, agar dunia tahu bahwa luka pun bisa menjelma puisi”.

Baca Juga: Remaja dibacok di Pamanukan, polisi gerak cepat ringkus pelaku dan sita 5 sajam

Bionarasi

Ai Lundeng adalah nama pena yang diberikan oleh ayah tercintanya. Ia lahir di sebuah desa kecil yang ada di Purwakarta tahun 1973.

Selain seorang ibu rumah tangga, saat ini Ai lundeng adalah salah satu tenaga pendidik di Madrasah Negeri.

Ia merupakan penulis yang menaruh perhatian pada isu-isu kehidupan, perasaan batin perempuan dan kekuatan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan.

Melalui bukunya 'Gemuruh Palung Hati’ Ai menyuarakan pergolakan jiwa seorang wanita.

Baca Juga: Perang dagang AS vs China, Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu kini sepakat pangkas tarif impor

Menulis puisi adalah salah satu hobinya sejak dia duduk dibangku Mts, begitu pula dengan membacakannya, banyak karyanya yang sudah dia bacakan sendiri, dan ia uploud ke chanel YouTube dan media sosial miliknya.

Buku antologi puisi 'Gemuruh Palung Hati' merupakan buku pertamanya, sedangkan buku puisi keduanya yaitu 'Goresan Pena di Ujung Senja'

Menulis puisi bagi Ai Ludeng merupakan kegiatan yang menyenangkan disamping hobinya yang suka traveling dan bernyanyi.

Hingga saat ini, kurang lebih ada 300 puisi yang sudah ia buat dan berbagai event yang sudah ia ikuti.

Ai pun berkeyakinan bahwa dengan menulis puisi, seorang perempuan bisa menyembuhkan luka hatinya dengan hal yang positif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X