esai

ESAI : Mencari pemimpin rakyat di Pemilu 2024

Selasa, 31 Januari 2023 | 21:03 WIB
Iwan Darmawan, Komandan KOKAM Kabupaten Subang

Memasuki tahun politik 2023, iklim politik nasional sudah mulai terasa, para calon-calon legislatif mulai tebar pesona kehadapan masyarakat dengan berbagai caranya sendiri.

Ada yang mulai gencar dengan kegiatan baksos, pengobatan gratis,  pembagian kalender, pasang baligo besar kampanye dirinya, bahkan hingga ke gang-gang sempit sekalipun.

Masyarakat mulai disuguhi sederet janji manis para calon legislatif baik itu di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi bahkan hingga DPR RI.

Para caleg ini mereka akan bertarung di 2024 dengan para kandidat yang menjadi rival mereka, sederet harapan dan janji programpun mulai dikampanyekan kepada masyarakat jika kelak dirinya terpilih.

Baca Juga: Gelar audiensi dengan DPRD Subang, FTHMI minta ada penambahan kuota untuk 1.003 anggota yang belum terakomodir

Melihat realita kondisi bangsa dan masyarakat kita hari ini, bisakan Pemilu 2024 mampu melahirkan pemimpin-pemimpin hebat yang jadi sandaran dan harapan masyarakat hari ini.

Pekerjaan rumah terbesar para pemimpin kita hari ini adalah mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat bangsa ini, sebagaimana cita-cita para founding father negeri ini, yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu terciptanya keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Bagaimana mewujudkan dan melahirkan para pemimpin seperti itu, tentunya dikembalikan lagi kepada rakyat dan masyarakat kita, yang hari ini mereka diberikan kebebasan untuk memilih wakil-wakilnya.

Rakyat harus benar-benar cerdas dalam hal memilih para calon pemimpin mereka, karena pemimpin yang akan mereka pilih akan menentukan nasib mereka sendiri selama lima tahun kedepan terutama dalam hal soal kebijakan.

Baca Juga: DPD IWOI Subang gelar Rakerda, Wakil Ketua DPRD ajak jurnalis perkuat sinergitas

Mencari pemimpin yang pro terhadap rakyat, tentu pemimpin yang lahir dari rahim rakyat, keringatnya adalah keringat rakyat, sehingga hasil keputusan dan kebijakan-kebijakanya pun tentu akan mengedepankan rakyat diatas segalanya, bukan terhadap kepentingan kelompok atau segelintir orang.

Kita bangsa Indonesia, ditakdirkan untuk menjadi sebuah bangsa yang majemuk dan plural, keunikan dari masyarakat kita adalah dilahirkan dari sebuah perbedaan, perbedaan budaya, suku, bahasa, ras bahkan agama, namun kita hidup bersama dalam sebuah negara bangsa yang bernama Indonesia.

Akhirnya marilah kita selalu memohon kepada Allah Subhanahu Wa'ta'ala Tuhan Yang Maha Esa,Semoga kita selalu di beri kemudahan untuk bisa mencapai cita-cita bersama, semua rakyat Indonesia, agar terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, semoga kedepanya bangsa ini menjadi lebih baik dan dapat melahirkan pemimpin yang jujur dan amanah.

Iwan Darmawan, Komandan KOKAM Kabupaten Subang

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB