GENMILENIAL.ID - Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI) Kabupaten Subang gelar audiensi dengan DPRD Kabupaten Subang pada Senin 30 Januari 2022
Ketua FTHMI Subang Saipul Hakim mengatakan bahwa gelar audiensi yang dilakukanya adalah terkait insentif yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada para guru honor madrasah.
"Dulu pernah menerima insentif dari pak Bupati Subang, kita ada tiga forum, FTHMI, FKDT, sama FKGN guru ngaji, kita berdampingan sama karena lini sektornya dari Kesra, tiga-tiganya dari Kesra," kata Saipul Hakim
Baca Juga: Komisi II DPRD Subang terima aduan masyarakat Ciasem terkait jalan pasar Ciasem
Menurut Saipul, mereka yang di Kementerian Agama khusus untuk FKDT jumlahnya sudah 3000 orang penerima belum termasuk jumlah untuk siswanya yang juga menerima.
Sedangkan untuk FKGN jumlahnya juga sama sekitar 3000 penerima, sedangkan di FTHMI masih 2000 penerima.
"Kita coba untuk mengusulkan paling tidak ada penambahan, karena memang sekarang kita baru menerima diangka 2000, sementara anggota kita ada 3003," kata Saipul Hakim
Saipul juga berharap bahwa tahun ini ada anggaran perubahan, terkait jumlah Sekolah Madrasah yang ada di Kabupaten Subang ia mengatakan bahwa yang ada dibawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Subang untuk negeri hanya ada 11 Sekolah selebihnya adalah swasta.
Baca Juga: Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Subang Novaza Shinta N berbicara soal Raperda Ekosistem
"MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang sejajar dengan SD itu hanya ada 3 negerinya, MI itu di Kementerian Agama, terus yang kedua adalagi di MTS itu ada 6 se Kabupaten yang negerinya, kalau Aliyah yang sejajar dengan SMA itu ada 2," kata Saipul Hakim
Maka dari itu, kata Saipul, dengan digelarnya Audiensi tersebut pihaknya sedang mencoba untuk membantu anggota lainya agar bisa merasakan apa yang diberikan oleh Bupati Subang.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Subang Narca Suganda menerima aspirasi dengan baik para guru honorer madrasah tersebut.
Dalam audiensinya ketua DPRD Kabupaten Subang mengatakan untuk aspirasi bahwa guru madrasah yang baru masuk di akomodir oleh Pemerintah Daerah itu hanya baru 2000 orang dari 3003 guru madrasah yang ada, sedangkan sisanya 1003 orang lagi.
"Terkait nominal yang ditingkatkan, mudah-mudahan kalau misalkan APBD kita juga meningkat dari PAD yang besaran tadi, yang diangka 1,2 itu pertahun ya mudah-mudahan bisa bertambah," tuturnya
Artikel Terkait
Polres Subang tangkap pelaku pencurian uang di kendaraan pengisi ATM dengan kerugian lebih dari Rp 4 Miliar
Gelar Raker 2023, AWAS fokuskan pada realisasi program kerja bidang dan peningkatan kompetensi wartawan
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Subang Novaza Shinta N berbicara soal Raperda Ekosistem
Komisi II DPRD Subang terima aduan masyarakat Ciasem terkait jalan pasar Ciasem
DPD IWOI Subang gelar Rakerda, Wakil Ketua DPRD ajak jurnalis perkuat sinergitas