GENMILENIAL.ID - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin optimis bahwa tahun 2024 kemiskinan nol (0) persen di Indonesia dapat tercapai, walaupun pemerintahanya tinggal hanya satu tahun lagi.
"Insha Allah yakin kita 0 persen kemiskinan ekstrem bisa kita capai," terang Wapres dikutip Genmilenial dari PMJNews pada Sabtu 28 Januari 2023.
"Kecuali ada hal-hal yang luar biasa ya kalau tidak sesuai target-target yang sudah kita lakukan,” tambahnya
Baca Juga: Siap perkuat Timnas Indonesia, Shayne Pattynama resmi jadi WNI
Wapres juga melanjutkan, bahwa pandemi Covid 19 menjadi bagian dari penyebab naiknya kemiskinan di Indonesia.
“Upaya untuk mengendalikan kemiskinan karena memang ada pengaruh pertama dari pandemi itu ada beberapa kenaikan,” kata Wapres KH. Ma'ruf Amin
Namun, kata Wapres, setelah pandemi mulai reda, perlahan geliat ekonomi juga mulai tumbuh normal kembali, perlahan kemiskinan mulai bisa diatasi.
“Setelah pandemi ini sebenarnya kita sudah bisa menurunkan angka year on year itu lebih kecil dari sebelum pandemi. Jadi sudah ada penurunan 9 koma dan akan terus kita (turunkan),” jelasnya
Baca Juga: Ditangkap di Aceh, KPK akan bawa mantan Panglima GAM Izil Azhar ke Jakarta
Sebagai informasi bahwa pada akhir tahun 2024, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024 telah menetapkan target penurunan tingkat kemiskinan antara 7 persen hingga 6,5 persen, atau 18,34 juta hingga 19,75 juta penduduk.
Sedangkan, Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2022 melaporkan, jumlah penduduk miskin mencapai sebesar 26,36 juta orang, naik 0,20 juta orang terhadap Maret 2022 dan menurun 0,14 juta orang terhadap September 2021.
Artikel Terkait
KPU Subang lantik 759 anggota PPS, Bupati Subang minta anggota PPS bekerja sesuai SOP dan independen
Ditangkap di Aceh, KPK akan bawa mantan Panglima GAM Izil Azhar ke Jakarta
Polres Subang tangkap pelaku pencurian uang di kendaraan pengisi ATM dengan kerugian lebih dari Rp 4 Miliar
Siap perkuat Timnas Indonesia, Shayne Pattynama resmi jadi WNI
Gelar Raker 2023, AWAS fokuskan pada realisasi program kerja bidang dan peningkatan kompetensi wartawan