esai

ESAI: Buzzer atau influencer bukanlah pers: Sebuah analisis

Jumat, 18 April 2025 | 18:15 WIB
Yaya Suryana - Jurnalis

Di era digital, buzzer dan influencer memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. 

Mereka kerap dianggap sebagai sumber informasi, bahkan sering disamakan dengan pers. 

Namun, dalam perspektif ilmu komunikasi dan jurnalistik, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Perbedaan buzzer, influencer, dan pers

Pers memiliki tanggung jawab untuk menyajikan berita yang faktual, berimbang, dan berdasarkan prinsip-prinsip jurnalistik. 

Baca Juga: Kapolsek Pagaden gelar Jumat curhat, tampung aspirasi warga di Desa Kamarung

Dalam dunia pers, ada standar yang harus dipatuhi, seperti verifikasi informasi, keberimbangan, serta kode etik jurnalistik. 

Sebaliknya, buzzer dan influencer lebih berorientasi pada kepentingan pribadi, kelompok, atau bahkan komersial. 

Mereka tidak terikat oleh kode etik jurnalistik dan lebih cenderung menyebarkan opini yang sesuai dengan kepentingan pihak yang membayar mereka.

Dalam teori komunikasi massa, pers berfungsi sebagai pilar demokrasi yang menyediakan informasi objektif bagi masyarakat. 

Baca Juga: Telah ditetapkan sebagai tersangka, Dokter Kandungan di Garut lancarkan aksinya dengan modus minta antar ke kos

Sementara itu, buzzer dan influencer lebih sering bertindak sebagai alat promosi atau propaganda. 

Mereka bisa saja menyebarkan informasi tanpa verifikasi yang ketat, sehingga berisiko menciptakan misinformasi.

Implikasi sosial dan politik

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB