Di era digital, buzzer dan influencer memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.
Mereka kerap dianggap sebagai sumber informasi, bahkan sering disamakan dengan pers.
Namun, dalam perspektif ilmu komunikasi dan jurnalistik, keduanya memiliki perbedaan mendasar.
Perbedaan buzzer, influencer, dan pers
Pers memiliki tanggung jawab untuk menyajikan berita yang faktual, berimbang, dan berdasarkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Baca Juga: Kapolsek Pagaden gelar Jumat curhat, tampung aspirasi warga di Desa Kamarung
Dalam dunia pers, ada standar yang harus dipatuhi, seperti verifikasi informasi, keberimbangan, serta kode etik jurnalistik.
Sebaliknya, buzzer dan influencer lebih berorientasi pada kepentingan pribadi, kelompok, atau bahkan komersial.
Mereka tidak terikat oleh kode etik jurnalistik dan lebih cenderung menyebarkan opini yang sesuai dengan kepentingan pihak yang membayar mereka.
Dalam teori komunikasi massa, pers berfungsi sebagai pilar demokrasi yang menyediakan informasi objektif bagi masyarakat.
Sementara itu, buzzer dan influencer lebih sering bertindak sebagai alat promosi atau propaganda.
Mereka bisa saja menyebarkan informasi tanpa verifikasi yang ketat, sehingga berisiko menciptakan misinformasi.
Implikasi sosial dan politik