Gawai memungkinkan siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja yang sangat bermanfaat bagi siswa yang memiliki kesulitan akses ke pendidikan tradisional.
Sementara perlu kita sadari pula, gawai dapat menimbulkan gangguan dan distraksi, terutama jika tidak digunakan dengan bijak.
Media sosial, permainan, dan aplikasi lain dapat mengalihkan perhatian siswa dari pelajaran.
Selain itu tidak semua siswa memiliki akses yang sama ke gawai dan internet, sehingga dapat menciptakan kesenjangan digital dan memperburuk ketidaksetaraan dalam pendidikan.
Penggunaan gawai yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental siswa.
Masalah seperti kelelahan mata, sakit kepala, dan gangguan tidur dapat timbul akibat penggunaan gawai yang terlalu lama.
Sementara untuk interaksi sosial, pembelajaran berbasis gawai dapat mengurangi interaksi sosial antara siswa dan guru. Interaksi sosial sangat penting untuk pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Saat ini bahkan gawai sering disalahgunakan, bukannya digunakan untuk pembelajaran malah digunakan untuk game online.
Di sisi lain pelaksanaan pembelajaran dengan sistem lama memungkinkan interaksi sosial langsung antara siswa dan guru, serta antar siswa yang membantu mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Pelaksanaan pembelajaran sistem lama cenderung fokus pada pembelajaran mendalam dan pemahaman konsep sehingga membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis, sehingga dapat menyuguhkan lingkungan belajar yang terstruktur dan teratur sehingga dapat membantu siswa untuk tetap fokus dan termotivasi.
Sementara ada kekurangan pula dalam pelaksanaan pembelajaran dengan sistem lama, diantaranya seringkali kurang fleksibel dan sulit untuk disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa.
Siswa memiliki akses yang terbatas ke informasi dan tentunya kurang relevan dengan tuntutan era digital saat ini.