Perang dagang AS vs China: Negeri Tirai Bambu balas naikkan tarif impor barang dari Paman Sam jadi 125 persen

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 16 April 2025 | 03:44 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID - Perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) versus China tengah menjadi perbincangan hangat di dunia pasar global, pada Jumat, 11 April 2025.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump menyatakan pihaknya menunda tarif balasan atau resiprokal Jilid II untuk 90 hari kepada 75 negara, kecuali China.

Dikutip dari Reuters, Trump juga telah memberikan sinyal beragam kepada investor tentang apakah tarif akan tetap berlaku dalam jangka panjang, menggambarkannya seolah kebijakan itu permanen.

Di sisi lain, Presiden AS itu mengklaim pihaknya telah menekan para pemimpin negara lain untuk bernegosiasi.

Baca Juga: Andre Taulany cerita momen terakhir syuting bareng Titiek Puspa: Eyang pegang tangan saya, bicaranya agak lemah

"Kami memiliki banyak negara yang ingin membuat kesepakatan," kata Trump di Gedung Putih, AS, pada Selasa, 8 April 2025 lalu.

Trump juga mengatakan pada acara berikutnya, dirinya berharap China juga akan menempuh proses negosiasi.

Terkait hal itu, kini China justru kembali melakukan manuver dalam menanggapi perang tarif dengan AS dengan menaikkan tarif atas impor AS menjadi 125 persen, pada Jumat, 11 April 2025.

Kebijakan tarif dari China itu akan mulai berlaku pada Sabtu, 12 April 2025, sekaligus menyikapi AS yang sebelumnya menaikkan tarif untuk impor China menjadi 145 persen.

Baca Juga: Jokowi kenang momen canda tawa bareng Titiek Puspa 8 tahun lalu: Almarhumah akan selalu hidup di hati kita

"Pemberlakuan tarif yang sangat tinggi oleh AS terhadap China secara serius melanggar aturan perdagangan internasional dan ekonomi, hukum ekonomi dasar, dan akal sehat, serta merupakan intimidasi dan pemaksaan sepihak," kata Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataan berbeda, dilansir dari Reuters pada Jumat, 11 April 2025.

Terkini, aksi saling balas ini dinilai telah meningkatkan tensi perang dagang yang mengancam pasar perekonomian secara global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X