esai

ESAI : Dampak fenomena childfree di Indonesia

Jumat, 24 November 2023 | 06:31 WIB
Dea Amorita, Mahasiswa STAI Riyadhul Jannah Subang

Hidup memang penuh dengan pilihan. Sebab memilih jalan hidup dan mempertahankan kehidupan dengan memiliki keturunan adalah hak asasi manusia. 

Begitu pula bagi wanita yang memilih untuk tidak ingin memiliki anak dalam pernikahan (childfree). Childfree adalah kondisi ketika seseorang atau pasangan memutuskan untuk tidak memiliki keturunan. 

Istilah childfree pertama kali digunakan dalam sebuah publikasi di Jurnal Marriage & Family Review yang sebenarnya digunakan untuk menyebut orangtua yang belum memiliki anak karena mengalami kemandulan atau orangtua yang enggan memiliki anak. 

Hal tersebut adalah pilihannya, meskipun bertentangan dengan norma sosial dan agama. Keputusan untuk childfree memunculkan stigma negatif dalam masyarakat di Indonesia. 

Baca Juga: HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, PGRI Subang donasi kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp246 juta

Childfree bukanlah istilah baru, banyak pasangan suami istri di negara-negara besar yang memilih keputusan tersebut seperti Jepang dan Jerman. 

Di Indonesia tren childfree sedang hangat diperbincangkan di media sosial sehingga banyak menuai pro dan kontra. 

Fenomena ini menimbulkan berbagai dampak utama seperti dampak terhadap kesehatan fisik, dampak terhadap kesehatan mental, dan yang terakhir dampak terhadap krisis demografi. 

Ketiga dampak ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia.

Baca Juga: Polres Subang tanam 33 ribu bibit cabai rawit di Desa Palasari Ciater untuk dukung program ketahanan pangan

Berbagai penelitian mengungkapkan penyakit-penyakit tertentu terbukti lebih mungkin dialami oleh wanita yang tidak memiliki anak hingga akhir hayatnya, terutama resiko mengalami penyakit kanker pada wanita. 

Kebanyakan wanita yang mengidap kanker rahim adalah mereka yang tidak memiliki anak, kanker rahim dapat menyerang wanita yang tidak memiliki anak atau mereka yang memiliki anak pertama setelah usia 35 tahun. 

Begitupun dengan kanker payudara yang cenderung banyak menyerang wanita yang tidak pernah menyusui. 

Penelitian-penelitian epidemiologi telah menempatkan faktor fungsi reproduksi wanita sebagai faktor yang paling erat hubungannya dengan munculnya beberapa kanker yang cenderung lebih mungkin untuk dialami wanita yang tidak memiliki anak yaitu kanker payudara, kanker endometrium (lapisan dalam rahim) dan kanker ovarium (indung telur) dibandingkan dengan wanita yang memiliki anak. 

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB