Semangat mencari solusi yang baik bagi semua pihak harus dikedepankan. Pihak jangan dulu melapor ke kepolisian, kecuali jika pada akhirnya menemui jalan buntu. Dan itu pun tetap mengedepankan pendekatan mediasi antara terduga pelaku dan korban.
Sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini memberikan pesan bahwa tindakan kekerasan dan perundungan (bullying) akan merusak rasa keadilan bagi masyarakat, khususnya murid.
Bisa menimbulkan trauma bagi korban atau juga menimbulkan aksi balas dendam yang akan melahirkan tindakan kekerasan yang baru.
Sejalan dengan implementasi kurikulum merdeka, saat ini pun di satuan pendidikan PAUD, pendidikan dasar, dan menengah dilaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Tujuannya agar peserta didik bisa memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari sehingga nilai-nilai Pancasila tersebut bisa menjadi sebuah profil atau gambaran dari pribadinya.
Baca Juga: 18 Oktober, memperingati peran vital para pejuang kesehatan
P5 meliputi 6 elemen, yaitu (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, (2) kebinekan global, (3) gotong royong, (4) mandiri, (5) kreatif, dan (6) bernalar kritis.
Selain Pancasila, nilai kearifan lokal juga bisa menjadi sumber inspirasi pencegahan tindakan dan perundungan (bullying) di satuan pendidikan. Misalnya, di masyarakat Sunda di Provinsi Jawa Barat dikenal filosofi 'silih asah, silih asih, dan silih asuh.'
Silih asah berkaitan dengan semua pihak saling memberi tahu terkait dengan bentuk dan dampak dari tindakan kekerasan dan perundungan (bullying).
Silih asih berkaitan dengan pentingnya sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling menyayangi antarsesama manusia. Sedangkan silih asuh berkaitan dengan pentingnya saling mengayomi antarsesama manusia.
Kurikulum Jabar MASAGI
Di Provinsi Jawa Barat ada kurikulum MASAGI yang dikembangkan dan diimplementasikan sejak tahun 2020 pada jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Kurikulum Jabar MASAGI bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan/kabagjaan (student wellbeing) bagi peserta didik di satuan pendidikan.
Baca Juga: Kuliah kebangsaan, Kang Lukmantias sampaikan gambaran Kabupaten Subang akan hadapi industrialisasi
Kabagjaan yang diharapkan tumbuh baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat didasarkan pada kearifan lokal masyarakat Jawa Barat yang ditumbuhkan melalui filosofi manusia Masagi, atau manusia utuh dari segi Rasa, Karsa, Raga dan Cipta (Ki Hajar Dewantara) , atau manusia yang Surti, Harti, Bukti dan Bakti.