Baca Juga: Hari pergi bekerja dengan sepeda, merayakan gaya hidup aktif di Hari Ride to Work
Sila ketiga, persatuan Indonesia memberikan pesan bahwa sesama manusia harus bersatu. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan adalah menghindari tindakan kekerasan dan perundungan (bullying).
Tindakan kekerasan dan perundungan (bullying) bisa menyebabkan perpecahan, konflik, bahkan balas dendam.
Pengendalian diri, saling menghormati, dan saling menghargai adalah upaya untuk tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan.
Dampak kekerasan atau perundungan (bullying) bagi korban antara lain luka fisik, luka batin (psikologis), trauma, rasa takut, rendah diri, bahkan bisa menyebabkan bunuh diri.
Dalam jangka panjang, kekerasan atau perundungan (bullying) yang pernah dialaminya bisa saja menjadi dasar baginya untuk melakukan hal yang sama kepada para juniornya atau kepada orang lain.
Upaya-upaya provokasi, fitnah, dan hoaks yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa harus dihindari dan dicegah.
Baca Juga: Bersepeda ke tempat kerja untuk lingkungan dan kesehatan pada hari Ride To Work Day
Kita hidup dalam masyarakat yang beragam. Setiap orang harus mau hidup secara berdampingan, mengormati perbedaan, hidup damai, dan hidup dalam harmoni.
Berbagai pemangku kepentingan harus bersatu mencegah dan menolak terjadi kasus kekerasan dan perundungan (bullying) khususnya di satuan pendidikan.
Di satuan pendidikan perlu ditanamkan menghormati kebhinekaan dan beragam latar belakang peserta didik.
Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawatan/perwakilan. Sila ini memberikan pesan bahwa setiap masalah harus diselesaikan dengan musyawarah mufakat, tidak main hakim sendiri.
Selesaikan masalah dalam kerangka mencari solusi yang solutif, win-win solution, dilandasi semangat kekeluargaan, saling menghormati, dan saling menghargai.
Dalam konteks satuan pendidikan, jika ada dugaan tindakan kekerasan atau perundungan (bullying), maka langkah yang perlu dilakukan adalah dialog atau musyawarah antara pihak terduga pelaku dan korban yang difasilitasi oleh sekolah.
Baca Juga: United Nations Week 2023, memperingati sejarah dan harapan besar umat manusia