esai

ESAI : Pencegahan kekerasan di satuan pendidikan berbasis pancasila dan kearifan lokal di Provinsi Jawa Barat

Sabtu, 21 Oktober 2023 | 10:44 WIB
Idris Apandi, Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat 2019-2024

Kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih tinggi. Tahun 2021, tercatat sekitar 1.088 anak menjadi korban kekerasan.

UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar menyebutkan berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kemen PPA, jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jabar mencapai 1.677 kasus pada tahun lalu. (Media Indonesia, 26 Juli 2022).

Tahun 2023, kasus kekerasan juga masih terjadi dan semakin memprihatinkan. Misalnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mencatat, setidaknya ada sekitar 24 kejadian kasus perundungan atau bullying selama kurun waktu tahun 2023.

Kasus perundungan atau bullying tersebut, didominasi usia pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Lokasi perundungan atau bullying itu, juga kebanyakan terjadi di lingkungan sekolah.

Mei 2023, di Kabupaten Sukabumi, seorang siswa SD tewas karena dikeroyok oleh teman-temannya dan kakak kelasnya. Tanggal 5 September 2023 di Baleendah Kabupaten Bandung, seorang santri korban bullying membunuh seorang pedagang.

Baca Juga: Pastikan kesiapan tim gabungan TNI Polri, Polres Subang gelar aksi simulasi pengamanan pemilu 2024

Sebelumnya, santri tersebut dibully oleh teman-temannya. Kemudian untuk melepas penat, dia keluar dari pesantren sambil membawa pisau hingga sampai di sebuah warung. Karena merasa tersinggung oleh pedagang warung, santri tersebut menusukkan pisau ke pedagang hingga meninggal.

21 September 2023 viral video di sebuah SMP di Babelan Kabupaten Bekasi sekelompok senior atas perintah alumni melakukan bully terhadap peserta didik baru. Tindakan itu dianggap sebagai sebuah tradisi pembinaan.

Di kota Cimahi, aksi bullying berujung pada peristiwa seorang siswa SMP menusuk temannya sendiri lantaran pelaku sering menerima ejekan. Peristiwa ini terjadi tanggal 29 September 2023.

Di luar provinsi Jawa Barat, salah satu contoh kasus yaitu perundungan (bullying) yang dilakukan oleh sekelompok siswa di sebuah SMP di Cilacap Jawa Tengah bulan September 2023.

Setelah kasus ini viral di media sosial, pejabat negara, pemerintah daerah, dan Polri pun memberikan respon. Bahkan badan PBB UNESCO pun turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

Baca Juga: Kasus pembunuhan ibu dan anak, Yoris berharap ada keadilan, kuasa hukum akan kawal hingga terang benderang

Hal yang membuat semakin prihatin adalah tindakan kekerasan atau perundungan (bullying) dilakukan dengan 'suka cita', tertawa, ditonton oleh teman-teman, direkam, lalu disebarkan di media sosial.

Dalam kondisi korban mengerang kesakitan dan terluka, pelaku tertawa seolah puas dengan tindakan yang dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB