esai

ESAI : Mengasah kemampuan multikecerdasan peserta didik, sebuah inspirasi dari SDS IT Amalia Cibinong Bogor

Sabtu, 9 September 2023 | 23:34 WIB
Idris Apandi, Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat

Baca Juga: Berikan latihan membatik warga binaan, Merry Langoy : Tinggal dibantu pemasaran, ini tugas bersama

Ragam penampilan yang bertema agama (hapalan Al-Qur’an), tarian tradisional Ratoh Jaroe, dan tarian dengan soundtrack piala dunia juga memberikan pesan bahwa siswa SDS IT Amalia diarahkan untuk memiliki spiritual yang bagus, mencintai tanah air, menghargai budaya daerah (kearifan lokal), dan melek dengan globalisasi. 

Hal ini relevan dengan karakter Profil Pelajar Pancasila (P3) yang saat ini diimplementasikan sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka.

Pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodir multikecerdasan dan multi gaya belajar adalah gambaran proses belajar yang berpihak kepada siswa. 

Hal ini diharapkan oleh dilaksanakan di setiap sekolah. Memang hal ini tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Perlu komitmen yang tinggi, ketangguhan, dan keuletan guru dalam melaksanakannya. Selain kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan sarana-prasarana sekolah juga akan membantu proses pembelajaran.

Baca Juga: Hari Bhakti Kementerian Hukum dan HAM, Lapas IIA Subang berikan penghargaan kepada para mitranya

Sekolah yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi akan menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut karena orang tua percaya bahwa sekolah akan memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan belajar anaknya. 

Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sekolah untuk meningkatkan mutu guru untuk menjawab semakin besarnya harapan dari orang tua terhadap semakin optimalnya layanan pendidikan dari satuan pendidikan.

Intinya, proses pendidikan bukan untuk memaksakan anak menjadi apa tetapi menjembatani, memfasilitasi, dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi anak yang unik dan beragam. 

Setiap anak memiliki fitrah masing-masing. Biarlah mereka dibentuk oleh proses yang memanusiakan mereka.

Idris Apandi, Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat

Halaman:

Tags

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB