Wartawan tak bisa hanya berpegang pada teks kode etik, melainkan perlu memaknai ulang semangatnya, integritas, transparansi, dan empati terhadap publik.
Etika jurnalistik bukanlah beban, tetapi bentuk kejujuran. Dalam setiap berita yang disajikan, wartawan sejatinya sedang menulis sejarah kecil bangsa.
Jika kebenaran menjadi fondasi, maka kepercayaan publik akan menjadi hasilnya. Dan di tengah dunia yang penuh kebisingan informasi, hanya media yang berpegang teguh pada etika yang akan tetap dipercaya.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta
Artikel Terkait
Hadirkan MIND ID Mediapreneur Talks di Medan, CEO Promedia ajak pengusaha hingga jurnalis di Sumut optimis pertahankan brand media!
CEO Promedia Agus Sulistriyono ungkap Hari Pers Nasional jadi momen penting menghargai dedikasi dan kerja keras para jurnalis di tanah air
Bukber dan ngopi perdana pasca dilantik, Kang Rey ajak jurnalis Subang kolaborasi strategis bangun daerah: Ada keluhan masyarakat, tolong sampaikan
BRI Mediapreneur Talks Promedia bakal digelar di Kota Serang, Banten: Bahas tuntas tantangan jurnalis di era digital
Mengenal AJI: Organisasi jurnalis independen yang konsisten kawal kebebasan pers
Kolaborasi jadi kunci, Ning Lia ajak jurnalis lokal bangun media berkualitas di era digital
Biro Pers Istana dikabarkan cabut ID Card jurnalis, CEO Promedia: Jangan rusak citra Presiden!