Miranda Fricker menyebut ini sebagai 'epistemic injustice', ketika seseorang dirugikan karena jenis pengetahuannya tidak dianggap sah atau valid dalam struktur dominan.
Regulasi pemerintah seharusnya hadir bukan untuk memperkuat dominasi, melainkan menciptakan ruang keadilan.
Dalam hal ini, sudah semestinya ada aturan tegas yang melarang jurusan IPA masuk ke prodi sosial-humaniora di perguruan tinggi.
Bukan untuk membatasi pilihan, tapi untuk memulihkan simetri keadilan bagi siswa-siswa IPS dan Bahasa yang selama ini tidak diberi ruang yang setara.
Jika seseorang ingin belajar sosiologi, biarkan ia datang dari latar pendidikan sosiologi juga karena pemahaman tentang manusia dan masyarakat tidak bisa dibangun hanya lewat logika ilmiah dan eksperimen laboratorium.
Setiap penjurusan mestinya dihargai sebagai jalan pengetahuan yang setara, bukan hierarki. Pierre Bourdieu dalam Distinction menunjukkan bagaimana sistem pendidikan bisa menjadi alat legitimasi kelas sosial melalui simbol budaya.
Jika kita tidak hati-hati, sistem penjurusan yang rigid justru akan menjadi medium baru reproduksi ketimpangan, bukan solusi pendidikan.
Barangkali sudah waktunya kita berhenti memandang pendidikan sebagai jalur satu arah menuju universitas unggulan.
Pendidikan bukan pabrik pencetak lulusan yang sesuai cetak biru birokrasi, melainkan taman yang memungkinkan setiap individu tumbuh sesuai bentuk dan arah yang mereka pilih sendiri.
Untuk itu, diperlukan keberanian kebijakan yang tidak sekadar pragmatis, melainkan visioner—berani memikirkan ulang fondasi epistemik dan sosial dari pendidikan itu sendiri.
Jika penjurusan dihidupkan kembali, maka ia harus dihidupkan dengan kesadaran bahwa semua jurusan berdiri sejajar dalam martabat intelektual.
Tanpa itu, kita hanya akan terus mengulang apa yang pernah ditulis George Orwell dalam Animal Farm: 'All animals are equal, but some animals are more equal than others.'
Artikel Terkait
Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi
Gelar P5, para pelajar SMPN 1 Subang tampilkan berbagai macam kesenian daerah yang memukau
Mendikdasmen libatkan sekolah swasta dalam SPMB, sebut daya tampung sekolah negeri jadi salah satu pertimbangan
Anggaran SMK dan vokasi dipangkas sampai Rp1 triliun, DPR: Mereka perlu pelatihan
Libatkan UMKM lokal dan pekerja seni, JBZ Expo 2.0 sukses digelar di Kabupaten Subang
Ingin tingkatkan kualitas pendidikan, Prabowo janji berikan TV besar ke tiap sekolah
ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan