Kepentingan publik harus tetap menjadi kompas utama dalam setiap langkah aktivisme.
Jika tidak, sejarah akan mencatat mereka bukan sebagai pahlawan perubahan, melainkan sebagai pengkhianat bagi rakyat yang mereka wakili.
Yaya Suryana, Jurnalis dan Alumni Universitas Indraprasta PGRI Jakarta
Artikel Terkait
Dikenal sebagai aktivis produktif dan pendiri Mapala UI, ini lima puisi Soe Hok Gie yang inspiratif bagi dunia pergerakan
Sinopsis buku Soe Hok Gie 'Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan'
Zaman Peralihan, merenung karya Soe Hok Gie dalam gelombang perubahan
Sinopsis buku 'Di Bawah Lentera Merah' karya Soe Hok Gie
ESAI: Jurus melenyapkan jejak Chairil Anwar
ESAI: Rekrutmen dan realitas: Ironi pasar kerja di Indonesia
ESAI: Kabupaten Subang dan kepemimpinan kaum muda, antara harapan dan tantangan