Baca Juga: Usung tema 'Ramadan Berdampak' program BAWA salurkan ke 4.673 penerima manfaat di 4 provinsi
Ketika mesin cetak ditemukan oleh Gutenberg pada abad ke-15, para cendekiawan khawatir bahwa buku akan menggantikan guru.
Namun yang terjadi justru sebaliknya: buku menjadi alat yang memperkuat pendidikan, bukan menggantikannya.
AI pun harus dilihat dalam perspektif yang sama. Ia hanyalah alat bantu yang mempercepat akses terhadap informasi, bukan entitas yang bisa menggantikan kehangatan interaksi manusiawi.
Yuval Noah Harari dalam Homo Deus memperingatkan bahwa di masa depan, manusia mungkin akan kehilangan makna jika mereka menyerahkan terlalu banyak keputusan kepada algoritma.
Maka, pertanyaannya bukanlah apakah AI akan menggantikan guru, melainkan apakah kita akan membiarkan AI mengambil alih peran yang seharusnya dijalankan oleh manusia?
Namun, ada ancaman lain yang lebih besar dari sekadar kecerdasan buatan: yakni erosi karakter manusia itu sendiri.
Dunia pendidikan hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan sekadar munculnya AI—yaitu degradasi kesadaran.
Jika kita mengikuti logika Aristoteles tentang bagaimana karakter terbentuk, kita akan melihat bahwa segalanya berawal dari perasaan.
Perasaan membentuk pikiran, pikiran membentuk ucapan, ucapan membentuk tindakan, tindakan membentuk kebiasaan, dan kebiasaan akhirnya membentuk karakter.
Jika sistem pendidikan gagal membangun kesadaran emosional yang sehat sejak dini, maka generasi yang tumbuh tidak hanya akan kehilangan karakter, tetapi juga arah moral.
Di titik ini, AI bahkan bukan musuh yang paling berbahaya. Musuh terbesar adalah lingkungan yang membentuk generasi tanpa empati, tanpa kebijaksanaan, dan tanpa kedalaman makna.
Artikel Terkait
Kampanye politik tarik perhatian lewat AI, begini yang terjadi di Indonesia dan belahan dunia lain
Mengintip panggung pembuktian AI sebagai ‘Magician’ di dunia teknologi, soca interact season 2 hadirkan 10+ episode secara gratis!
Apa itu AI Meta? fitur canggih yang digandrungi artis buat pamer ketenaran hingga beri keuntungan buat content creator!
Manusia vs teknologi, Wamen Dikti Stella Christie imbau masyarakat pandai manfaatkan AI agar ‘Tidak kalah telak’
4 Fakta menohok AS panik lihat AI buatan China DeepSeek guncang pasar global, salah satunya ‘meroket’ dengan modal kecil!
DeepSeek vs ChatGPT, ini plus minus AI asal China versus AS yang bersaing ketat di dunia kecerdasan buatan
ESAI : Narpit, jualan obat, AI dan kaum yang jumud