Program sastra masuk kurikulum merupakan sarana yang tepat pula untuk menumbuhkan literasi termasuk minat baca yang lebih tinggi.
Dihadapkan pada konsep kurikulum yang mengadopsi karya-karya sastra yang nanti akan dibuat mengharuskan siswa untuk membaca, sehigga kemungkinan ke depan akan melebar, bahwa bukan hanya sekadar tahapan menggemari, tetapi lebih ke tahap reaksi atau bahkan memproduksi.
Harapan-harapan peningkatan kualitas manusia terkait program ini, sesuai tujuan Pendidikan nasional semoga akan terbentuk, karena tentu saja nanti dalam penerapannya di kelas terjadi diskusi yang menarik antara guru dan peserta didik, sehingga harapan kecerdasan sosial, emosional dan spiritual peserta didik mudah-mudahan terbentuk pula.
Oleh karena itu munculnya program sastra masuk kurikulum patut kita apresiasi sembari menunggu regulasi lanjutan yang akan muncul selanjutnya.
Ucu S.S
Pendidik dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Subang
Artikel Terkait
ESAI : Gempita sejarah sastra Indonesia, menggali kejayaan dan inovasi literatur tanah air
Fungsi sastra dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
Sastra dan puisi, refleksi perjalanan menghibur jiwa yang sepi
Forum Diskusi Sastra Meja Panjang, kembali gelar diskusi episode ketiga dengan tema Jakarta Kita dan Sastra
Merayakan kekayaan kata-kata dan imajinasi pada Hari Sastra Sedunia
Perjalanan Sastra Indonesia, dari dulu hingga kini, seperti apa?
Psikologi sastra, memahami kompleksitas kemanusiaan melalui karya sastra