ESAI : Mengapa adab lebih utama ketimbang ilmu?

photo author
Redaksi, Genmilenial
- Jumat, 1 Desember 2023 | 00:06 WIB
Yeti Solihat, Mahasiswi STAI Riyadhul Jannah Subang
Yeti Solihat, Mahasiswi STAI Riyadhul Jannah Subang

Adab merupakan hal yang paling utama dan penting bagi semua orang apalagi mereka dengan keadaan menuntut ilmu

Tidak semua orang bisa beradab atas dasar ilmu tetapi sebagian besar seseorang yang pandai ilmu tapi tidak beradab karna dia sombong dengan ilmunya.

Santri yang beradab, adab santri kepada seorang guru atau kyai itu menjadi patokan utama yang menjadi dasar tumbuhnya ilmu karna dengan ada ilmu bisa bertambah karna ridhonya seorang guru atau kyai serta atas doanya beliau. 

Adab sangat penting? Karna yang beradab itu lebih merasa diri paling hina dan juga kalau bukan karna Allah kita tidak akan punya adab atau ilmu, keduanya harus di syukuri dan pemberian Allah semata. 

Baca Juga: Panen Karya P5, PLT Kepala Sekolah SMPN 3 Subang ajak tenaga pendidik untuk bertranformasi menuju era digitalisasi

Cuma bedanya jika kita sombong dengan ilmu maka Allah juga bisa mengambil semua ilmu tersebut.

Oleh karena itu kita harus ingat jika ilmu tidak di dasari dengan adab maka akan fana. Sebab, kepintaran seseorang tidak akan ada harganya apabila tidak mempunyai adab (etika). 

Ilmu akan menjadi berbahaya bagi dirinya dan orang lain apabila tidak dihiasi dan dibarengi dengan akhlak.

Pada dasarnya semua bisa mendapatkan adab dan juga ilmu tergantung kita yang niat dengan raih keduanya. Walau kita mempunyai banyak ilmu tapi keunggulan ilmu itu adab yang diunggulkan.

Baca Juga: Masuki musim penghujan, Kadinkes Subang berikan tips ini agar masyarakat terhindar dari DBD

Ada hikayat seorang santri yang amat pandai tapi dia tidak nurut kepada kyainya, dibanding dengan santri yang satunya lagi dia tidak terlalu pandai ilmu, akan tetapi dia selalu patuh kepada kyainya. 

Singkat cerita justru ilmu itu didapatkan oleh santri yang biasa aja hanya mempunyai adab kepada kyai. Mengapa demikian? Karna yang berilmu dengan kesombongan nya pasti akan hancur.

Jadi perlu diingat semua bisa menjadi bentuk bahwa kita hanyalah manusia biasa, tidak perlu sombong atas apa yang kita raih misal kepandaian, kelebihan, tapi semua itu harus disyukuri atas segala karunianya. 

Dengan bentuk adab kita selalu berdoa dan bersyukur atas semua titipan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

ESAI: Mengapa kita harus menulis

Senin, 1 Juni 2026 | 14:45 WIB

ESAI: Literasi dan aktivisme

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:22 WIB

ESAI: Puisi Chairil Anwar dan filsafat eksistensialisme

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:59 WIB

ESAI: Pilar keempat demokrasi, menjaga akal sehat publik

Selasa, 23 Desember 2025 | 23:52 WIB

ESAI: Subang menyala, tak gelap!

Minggu, 16 November 2025 | 18:34 WIB

ESAI: Benarkah guru 'terjepit dan katempuhan'?

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:09 WIB
X