495 Prestasi terkurasi Puspresnas, begini cara SMAIT As-Syifa Wanareja kembangkan talenta siswa

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 25 September 2026 | 16:12 WIB
Siswa As-Syifa Boarding School Wanareja, bagian dari ekosistem pendidikan yang mendorong tumbuhnya talenta dan prestasi (Dok. Istimewa)
Siswa As-Syifa Boarding School Wanareja, bagian dari ekosistem pendidikan yang mendorong tumbuhnya talenta dan prestasi (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – SMAIT As-Syifa Boarding School Wanareja mencatat 495 prestasi yang terkurasi dalam sistem Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Capaian tersebut menempatkan sekolah di peringkat pertama Jawa Barat dan masuk dalam 25 besar secara nasional.

Di balik jumlah tersebut, terdapat proses pembinaan yang dilakukan untuk mengembangkan potensi peserta didik.

Sekolah memandang prestasi bukan sebagai tujuan akhir pendidikan, melainkan salah satu indikator dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: Di balik data dan riset Bapperida, Iwan Syahrul Anwar menemukan ruang lain dalam sastra

Direktur As-Syifa Boarding School, Abdurahim Casim mengatakan capaian 495 prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan.

“Alhamdulillah, capaian 495 prestasi yang terkurasi Puspresnas ini tentu menjadi sesuatu yang kami syukuri. Namun, kami memandang prestasi bukan sebagai tujuan akhir pendidikan," ujar Abdurahim

"Prestasi adalah bagian dari proses dan salah satu indikator bahwa ikhtiar pembinaan yang dilakukan secara konsisten mulai menunjukkan hasil,” sambungnya.

Baca Juga: Penerima KIP kuliah 2026 harus masuk desil berapa? Begini cara cek kriteria kondisi ekonomi di DTSEN

Setiap anak memiliki potensi berbeda

Menurut Abdurahim, setiap peserta didik memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Karena itu, lingkungan pendidikan perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sekaligus mengembangkan kemampuan masing-masing.

“Setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Tugas kami adalah menyediakan ekosistem yang memungkinkan potensi itu tumbuh," kata Abdurahim

"Karena itu, pembinaan akademik, karakter, kepemimpinan, keislaman, serta pengembangan minat dan bakat harus berjalan secara beriringan, misalnya melalui program 1 murid 1 prestasi terkurasi,” tambahnya.

Baca Juga: Bansos pangan beras dirapel di September 2026, ini langkah saat bantuan belum kunjung diterima

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X