Warganet soroti risiko ambles dan dampak kesehatan
Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 12.30 WIB, unggahan itu telah disukai lebih dari 1,3 ribu pengguna Instagram.
Di kolom komentar, warganet justru ramai menyoroti potensi bahaya dari aktivitas warga di sekitar sinkhole.
“Itu tidak takut tanah di sekitarnya ambles?” tulis akun @hanny_yoga.
Sementara warganet lain mengkhawatirkan dampak kesehatan bagi warga yang mengonsumsi air tersebut.
“Ujung-ujungnya diare, dan larinya ke dokter juga,” komentar akun @nasharsya.
Apa itu sinkhole?
Secara ilmiah, sinkhole adalah lubang ambles yang terbentuk akibat proses alam di bawah permukaan tanah.
Berdasarkan laporan National Geographic, sinkhole umumnya terbentuk ketika air hujan yang bersifat asam mengikis batuan dasar di bawah permukaan tanah.
Lubang ambles paling sering ditemukan di daerah karst yang mudah tererosi, terutama yang mengandung batuan karbonat seperti kapur atau dolomit, serta mineral evaporit seperti garam dan gipsum.
Baca Juga: Apresiasi DPRD Subang atas pengungkapan pembunuhan Wantilan, minta keamanan Dapil III diperkuat
Air tanah yang meresap ke dalam retakan batuan akan mengikis lapisan tersebut secara perlahan, membentuk gua bawah tanah dan rongga kosong.
Seiring waktu, partikel tanah jatuh ke dalam rongga itu hingga akhirnya permukaan tanah amblas.
Artikel Terkait
Soal izin tambang dan buka lahan, WALHI sentil negara terkait pengawasan yang longgar: Seperti memfasilitasi kejahatan lingkungan
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Bencana Sumatera cermin kerusakan lingkungan
Novel Baswedan soroti penyebab banjir Sumatera: Izin tambang, perkebunan dan potensi korupsi dalam kerusakan lingkungan
Aktivis lingkungan Subang–Garut soroti kerusakan alam dan Blok Paseh, desak pemerintah ambil sikap tegas
Fenomena sinkhole muncul di persawahan Limapuluh Kota Sumbar, air berubah biru dan warga diminta waspada
Warga percaya air sinkhole limapuluh Kota Sumbar bisa jadi obat, antre bawa botol dan plastik
Viral air sinkhole Limapuluh Kota disebut berkhasiat, Wagub Sumbar tegaskan hanya fenomena alam biasa