Fenomena sinkhole muncul di persawahan Limapuluh Kota Sumbar, air berubah biru dan warga diminta waspada

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 6 Januari 2026 | 19:16 WIB
Fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Instagram/pdg24jam-TikTok/rdityamarcelino_)
Fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Instagram/pdg24jam-TikTok/rdityamarcelino_)

GENMILENIAL.ID Fenomena alam berupa sinkhole atau tanah ambles muncul di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Kejadian ini mulai menarik perhatian warga sejak Minggu, 4 Januari 2026, lantaran lubang besar tersebut terus digenangi air dan berpotensi meluas.

Sinkhole yang terbentuk di area persawahan itu awalnya berisi air berwarna coklat. Namun dalam perkembangannya, warna air berubah menjadi biru kehijauan sehingga tampak menyerupai telaga alami.

Baca Juga: Warga Pati protes lapangan desa diduga akan dibangun gerai Koperasi Merah Putih, soroti izin dan musyawarah

Air dari dalam lubang juga terus meninggi dan mengalir hingga membanjiri sawah warga di sekitarnya.

“Keadaan lubang digenangi air dan mengairi sawah. Diameter lubang tidak bertambah dari semalam, masih sama. Kondisi air seperti telaga karena air berwarna biru,” demikian keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @pdg24jam pada Senin, 5 Januari 2026.

Garis polisi dipasang, warga dilarang mendekat

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak terkait bersama aparat keamanan langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi sinkhole.

Baca Juga: Aditya Zoni soroti dugaan intimidasi terhadap Ammar Zoni di Rutan Salemba, nilai banyak kejanggalan proses hukum

Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekat, mengingat kondisi tanah di sekitar lubang dinilai belum stabil dan berpotensi mengalami pergerakan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, sinkhole tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.

Ukuran ini dinilai cukup berbahaya apabila terjadi longsoran susulan atau pelebaran lubang secara tiba-tiba.

Pemasangan garis polisi juga bertujuan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi amblesan lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun lahan pertanian di sekitarnya.

Baca Juga: Akses darat terputus pascabanjir, guru di Aceh tengah uji nyali seberangi sungai demi tetap mengajar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X