GENMILENIAL.ID — Fenomena alam berupa sinkhole atau tanah ambles muncul di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Kejadian ini mulai menarik perhatian warga sejak Minggu, 4 Januari 2026, lantaran lubang besar tersebut terus digenangi air dan berpotensi meluas.
Sinkhole yang terbentuk di area persawahan itu awalnya berisi air berwarna coklat. Namun dalam perkembangannya, warna air berubah menjadi biru kehijauan sehingga tampak menyerupai telaga alami.
Air dari dalam lubang juga terus meninggi dan mengalir hingga membanjiri sawah warga di sekitarnya.
“Keadaan lubang digenangi air dan mengairi sawah. Diameter lubang tidak bertambah dari semalam, masih sama. Kondisi air seperti telaga karena air berwarna biru,” demikian keterangan dalam video yang diunggah akun Instagram @pdg24jam pada Senin, 5 Januari 2026.
Garis polisi dipasang, warga dilarang mendekat
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak terkait bersama aparat keamanan langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi sinkhole.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekat, mengingat kondisi tanah di sekitar lubang dinilai belum stabil dan berpotensi mengalami pergerakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, sinkhole tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.
Ukuran ini dinilai cukup berbahaya apabila terjadi longsoran susulan atau pelebaran lubang secara tiba-tiba.
Pemasangan garis polisi juga bertujuan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi amblesan lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun lahan pertanian di sekitarnya.
Baca Juga: Akses darat terputus pascabanjir, guru di Aceh tengah uji nyali seberangi sungai demi tetap mengajar
Artikel Terkait
Kayu gelondongan jadi jembatan relawan salurkan bantuan untuk korban banjir Aceh
Bukan Rp150 juta, warga Aceh Timur buktikan sumur bor pascabanjir bisa dibuat Rp15 juta
Di balik lezatnya durian ketol Aceh, ada perjuangan warga lewati jembatan putus pascabanjir
Tanpa seragam pascabanjir, anak-anak Aceh Tamiang tetap semangat jalani hari pertama sekolah
Tali sling jadi akses hidup warga Ketol Aceh Tengah, sejumlah desa masih terisolir 40 hari pascabanjir
'Saya mau pulang ke mana?' Pilu warga Pidie Jaya usai rumah hancur diterjang banjir dan bantuan hilang
Rakit jadi satu-satunya akses, relawan bidan nyaris terseret arus Sungai Kala Ili Aceh Tengah