Belajar dari Swiss dan Jepang, Ferry Irwandi soroti bahaya gelondongan kayu pascabanjir Sumatera

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 21:56 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera (Instagram.com/@irwandiferry)

GENMILENIAL.ID — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga persoalan serius dalam fase pemulihan pascabencana.

Sejumlah jembatan rusak, akses jalan terputus, hingga distribusi bantuan yang tersendat menjadi gambaran kondisi lapangan yang masih rapuh.

Di tengah situasi tersebut, muncul ancaman lanjutan yang kerap luput dari perhatian, yakni tumpukan gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir dan kini menumpuk di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga: Kepolosan dua bocah di Tapanuli Tengah ceritakan rumah biru mereka hancur diterjang banjir

Material ini bukan hanya sisa bencana, melainkan potensi pemicu kerusakan berulang jika tidak ditangani dengan tepat.

Ferry Irwandi angkat perspektif ilmiah

Influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Ferry Irwandi, mengangkat isu ini melalui pendekatan ilmiah berbasis fluida dan hidrodinamika.

Melalui akun Instagram pribadinya @irwandiferry pada Selasa, 23 Desember 2025, Ferry membagikan analisis mengenai peran besar gelondongan kayu dalam memperparah dampak banjir bandang.

“Semalam belajar ulang soal fluide, hipotesis gue sejauh ini, yang menghancurkan jembatan itu bukan cuma deras airnya saja tapi batang kayu besar yang dibawa,” tulis Ferry.

Baca Juga: Hanya minta sajadah untuk mama, bocah korban banjir Aceh Tamiang ini juga sedih lihat sekolahnya hancur

CEO Malaka Project itu menilai, penanganan puing kayu seharusnya menjadi prioritas utama dalam strategi pemulihan, bukan sekadar pekerjaan tambahan setelah air surut.

Kayu sebagai faktor penghancur infrastruktur

Menurut Ferry, batang kayu besar yang hanyut bersama arus banjir memiliki efek destruktif yang signifikan terhadap infrastruktur.

“Secara hidrodinamika, batang kayu-kayu besar yang terbawa arus itu meningkatkan drag force (gaya hambat) dan impact load (beban benturan),” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X