Akademisi soroti pernyataan kontroversial Kepala BNPB soal banjir Sumatera: Masalahnya ada pada informasi lapangan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 16 Desember 2025 | 02:19 WIB
Akademisi Sulfikar Amir menyoroti tentang pernyataan Kepala BNPB di awal penanganan banjir Sumatera (YouTube/Forum Keadilan TV)
Akademisi Sulfikar Amir menyoroti tentang pernyataan Kepala BNPB di awal penanganan banjir Sumatera (YouTube/Forum Keadilan TV)

GENMILENIAL.ID — Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto yang sempat menyebut kondisi banjir di Sumatera 'hanya mencekam di media sosial' menuai sorotan luas dari publik.

Di tengah masa tanggap darurat bencana, pernyataan tersebut dinilai mencerminkan persoalan mendasar dalam sistem informasi kebencanaan di Indonesia.

Kritik tersebut disampaikan oleh akademisi Sulfikar Amir, yang menilai pernyataan kontroversial itu tidak bisa dilepaskan dari lemahnya infrastruktur informasi dan minimnya peringatan dini kepada masyarakat.

Baca Juga: Korban banjir Aceh Tamiang beri semangat untuk Mualem: Konflik dan tsunami saja kita sudah hadapi

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Senin, 15 Desember 2025.

Informasi jadi kunci utama penanganan bencana

Sulfikar menegaskan bahwa informasi merupakan faktor krusial dalam mitigasi dan penanganan bencana.

Tanpa data yang valid dan tersampaikan dengan baik, kebijakan dan pernyataan pejabat publik berpotensi melenceng dari realitas di lapangan.

“Di dalam penanganan bencana, salah satu faktor yang sangat menentukan di dalam mitigasinya itu adalah informasi,” ujar Sulfikar.

Baca Juga: Air mata bahagia di posko pengungsian Aceh Tamiang, seorang ayah akhirnya bisa video call anaknya

Ia menjelaskan bahwa setidaknya ada dua jenis informasi penting yang seharusnya dimiliki dan disampaikan sejak awal.

Pertama, informasi mengenai apa yang sedang terjadi, dan kedua, informasi tentang langkah apa yang harus dilakukan masyarakat.

“Ini mestinya sudah masuk ke masyarakat ketika peristiwa itu berlangsung, paling lambat satu hari pertama. Masyarakat harus tahu apa yang terjadi dan apa yang harus mereka lakukan,” terangnya.

Minim peringatan dini jadi masalah serius

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X