GENMILENIAL.ID - Kargo Technologies resmi memperkenalkan identitas visual terbaru sekaligus mengumumkan langkah besar dalam elektrifikasi armada logistiknya.
Perusahaan teknologi logistik terkemuka Asia Tenggara itu menargetkan pengoperasian 40.000 kendaraan listrik (EV) pada 2035, menjadikannya salah satu inisiatif transisi energi terbesar di sektor logistik Indonesia.
Transformasi ini menjadi bagian dari visi besar Kargo membangun 'Electrified Silk Road', yaitu jaringan logistik berbasis AI yang menghubungkan Asia Tenggara, Tiongkok, Timur Tengah, hingga negara-negara Global South melalui armada listrik yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi penuh secara digital.
Baca Juga: Kang Rey soroti ketimpangan layanan kesehatan Pantura, tegaskan RSUD baru siap dibangun pada 2028
Pada tahap awal, Kargo akan mengoperasikan 500 EV pada 2025 dan meningkat menjadi 2.500 EV pada 2026 langkah yang sejalan dengan arah kebijakan hijau Indonesia sesuai dengan Permen ESDM No. 10/2025 dan Perpres No. 112/2022.
CEO & Founder Kargo Technologies, Tiger Fang, menegaskan bahwa elektrifikasi bukan sekadar mengganti kendaraan, melainkan membangun fondasi baru logistik modern.
“Kendaraan listrik memungkinkan logistik dianalisis, diukur, dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Kolaborasi besar dengan pemain industri
Kargo telah menggandeng perusahaan besar seperti SPX, Astro, Teleport, dan Modena untuk mulai mengalihkan rute logistik mereka ke armada EV.
Baca Juga: Wafat di usia 61 tahun, Epy Kusnandar tinggalkan jejak kenangan saat berjualan kuliner bersama istri
Integrasi ini dinilai mampu menekan emisi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan akurasi pengiriman.
Acara peluncuran di Jakarta juga dipenuhi pemangku kepentingan lintas sektor dari pemerintah, produsen kendaraan, hingga lembaga pembiayaan menunjukkan keseriusan industri terhadap transisi logistik hijau.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut bahwa sektor privat memegang peran vital dalam mewujudkan proyek konkret di lapangan.
“Transisi energi harus menghasilkan armada nyata dan lapangan kerja nyata,” katanya.
Artikel Terkait
BMKG ungkap fakta di balik cuaca panas ekstrem di Jawa-Bali: Efek pancaroba dan dinamika atmosfer global
Heboh kritik Dedi Mulyadi soal Aqua, pakar hidrogeologi: Semakin dalam justru semakin murni
RI siap produksi massal kapal selam tanpa awak: KSOT disejajarkan dengan Orca AS dan Poseidon Rusia
Bom BNT 250 masuki uji operasional terakhir: Langkah besar RI menuju kemandirian alutsista
Status Semeru naik ke Level IV Awas: Awan panas beruntun, guguran lava kian intens
Di balik viralnya penemuan Rafflesia hasseltii: Kisah Septian Andriki yang bertahun-tahun mencari ‘si muka harimau’
DevFest Bandung 2025 jadi yang terbesar se-Indonesia, 2.000 peserta padati Auditorium Maranatha