‘Bjorka’ ditangkap, data polisi justru bocor: Siapa dalang di balik topeng sang hacker?

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 19:32 WIB
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya (Dok. Polri)
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya (Dok. Polri)

GENMILENIAL.ID – Penangkapan seorang pemuda asal Minahasa, Sulawesi Utara, berinisial WFT (22) oleh Polda Metro Jaya menuai perhatian publik setelah polisi mengklaim bahwa ia merupakan sosok di balik akun @bjorkanesiaaa, yang disebut sebagai hacker terkenal Bjorka.

Namun, tak lama setelah pengumuman penangkapan itu, publik justru dikejutkan dengan kebocoran 341 ribu data anggota Polri, yang diduga dilakukan oleh sosok Bjorka asli.

Peretasan itu pertama kali diungkap pakar keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X miliknya, @secgron, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

Baca Juga: Tega aniaya mantan istri di jalanan Compreng, pria 28 tahun ditangkap kurang dari sehari

“Polisi mengklaim menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru,” tulis Teguh.

Ironisnya, kebocoran data itu muncul hanya sehari setelah polisi mengumumkan keberhasilan menangkap Bjorka.

File berisi data personel Polri, mencakup nama, pangkat, nomor HP, dan alamat email, muncul di forum gelap, diunggah oleh seseorang yang mengaku sebagai Bjorka asli.

Polisi akui masih dalami identitas pelaku

Polda Metro Jaya mengakui bahwa identitas sebenarnya Bjorka masih ditelusuri.

Baca Juga: Tragedi di jalan gelap Magetan: 4 Fakta di balik mobil pedangdut Cantika Davinca tabrak 2 remaja hingga tewas

“Everybody can be anybody di internet, siapapun bisa jadi siapa saja,” ujar Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Senin, 6 Oktober 2025.

Ia menambahkan, bisa jadi lebih dari satu orang menggunakan nama Bjorka di dunia maya.

“Yang bersangkutan (WFT) aktif di dark web dan beberapa kali mengganti nama akun,” jelas Reonald.

Pihak kepolisian juga belum memastikan apakah kebocoran 341 ribu data Polri itu dilakukan oleh WFT atau pelaku lain yang meniru identitas yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X