Apa Itu energi terbarukan? inilah 5 contoh sumber daya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan dengan mudah!

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 4 November 2024 | 20:03 WIB
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam (Unsplash.com / Camila Fernandez Leon)
Ilustrasi energi terbarukan yang berasal dari sumber daya alam (Unsplash.com / Camila Fernandez Leon)

Energi terbarukan yang berasal dari bioenergi berasal dari berbagai bahan organik, seperti kayu, arang, kotoran hewan, dan pupuk kandang.

Bioenergi yang modern kini mencakup tanaman atau pohon khusus, residu dari pertanian dan kehutanan, dan berbagai aliran limbah organik.

Baca Juga: Dukung program ketahanan pangan, Lapas IIA Subang salurkan bantuan sosial bagi keluarga binaan

Energi yang dihasilkan dari pembakaran bioenergi menghasilkan emisi gas rumah kaca, namun pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan pembakaran fosil.

Apa manfaat energi terbarukan secara global?

Energi terbarukan dapat membatasi dampak buruk dari emisi gas rumah kaca secara global yang disebabkan oleh manusia maupun karbon dioksida dan metana.

Hal ini dikenal sebagai net zero emission atau emisi nol bersih, untuk mengurangi sedekat mungkin dengan sisa emisi yang secara permanen dihilangkan dari atmosfer.

Konsep emisi nol bersih pertama kali dipopulerkan oleh Perjanjian Paris, sebuah kesepakatan yang dinegosiasikan pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP21) tahun 2015 untuk membatasi dampak emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Kawal Pilkada Serentak 2024, Pimpinan Pusat 'Asyiyah dorong masyarakat Indonesia agar jadi pemilih cerdas dan jangan mudah dibeli dengan harga murah

Energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi residu terutama yang ada di sektor yang sulit dikurangi, seperti pertanian dan produksi bahan kimia. 

Bagaimana manfaat energi terbarukan di Indonesia?

Sejumlah lembaga think tank di Indonesia turut menyumbang pikiran atas problem energi terbarukan dengan menggelar diskusi bertajuk ‘Memimpin Perubahan: Transisi Energi dan Emisi Nol Bersih dalam Pemerintahan Prabowo Gibran 2025-2029’ di Jakarta, pada 24 Oktober 2024.

Diskusi ini diikuti oleh Climateworks Centre, Centre for Policy Development (CPD), Institute for Essential Services Reform (IESR), Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID).

kemudian International Institute for Sustainable Development (IISD), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), yang tergabung dalam Energy Transition Policy Development (ETP) Forum.

Baca Juga: KPK tetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan APD di Kemenkes

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: United Nations, NRDC, Rekomendasi Kebijakan Energi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X