Baca Juga: Karhutla Kalteng belum usai, ISPU Palangka Raya tembus angka 1.300
Penyidik juga masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui peran masing-masing pihak dalam dugaan perkara tersebut.
Pengadaan dana siap pakai kebencanaan diselidiki
KPK menduga perkara ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.
“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” ujar Budi.
Dana siap pakai merupakan anggaran yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Nomor urut calon kades Tanjung Rasa ditetapkan, polisi ingatkan soal kerukunan
Penggunaannya berkaitan dengan kebutuhan penanggulangan bencana, tetapi rincian pengadaan yang sedang diperiksa KPK belum diumumkan.
Dalam keterangannya, Budi juga belum memastikan apakah dugaan perkara tersebut berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau jenis bencana lainnya.
KPK masih menelusuri objek pengadaan yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Rincian mengenai proyek, nilai pengadaan, serta dugaan penyimpangan yang terjadi akan dijelaskan lebih lanjut melalui keterangan resmi lembaga antirasuah itu.
Baca Juga: Kapal wisata KM Feronia terbalik di Labuan Bajo, 63 personel dikerahkan cari korban
“Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” katanya.
Uang Rp1,4 miliar dan emas disita KPK
Dalam OTT tersebut, penyidik turut menyita uang tunai dengan nilai awal sekitar Rp1,4 miliar. Selain uang, barang bukti yang diamankan mencakup logam mulia berupa emas batangan dan tabungan emas.