Baca Juga: Kasus ijazah Gibran memanas, Bambang Widjojanto sebut ada operasi senyap KPU
“Penerbangan Palembang ke Jakarta delay semua, cuma ada flight di jam 6 tadi itu pun berangkat jam 8 pagi dengan kondisi asap gini. Better ambil penerbangan pagi guys, kalau emang perlu buat antisipasi,” tulis akun Threads @vin****_.
Dalam unggahan berikutnya, akun tersebut menyebut belum ada kepastian mengenai penerbangan hingga sore hari.
“Bener-bener setelahnya enggak ada flight, udah dari pagi sampe sekarang 15.55 WIB belum ada keterangan. Semoga bisa flights dengan aman dan nyaman kita semua,” sambungnya.
Baca Juga: Apa itu jabatan Rais Aam di NU yang tersenggol dugaan politik uang?
Pesawat sempat berputar 30 menit karena kabut asap
Gangguan penerbangan juga diceritakan akun Threads @din******_. Dalam unggahannya, ia menyebut pesawat sempat berputar-putar di udara selama sekitar 30 menit karena tidak bisa mendarat akibat kabut asap.
“Pesawat sampai diputerin 30 menit karena enggak bisa landing akibat kabut asap yang parah banget. Sampai kapan nih kita menghirup asap ini? Kangen Palembang langitnya biru,” tulisnya.
Pengalaman tersebut menambah keluhan penumpang yang terdampak kabut asap di Palembang. Penurunan jarak pandang menjadi salah satu kendala dalam aktivitas penerbangan di Bandara SMB II.
Baca Juga: 15 Kendaraan terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, polisi ungkap dugaan awal
Jarak pandang turun hingga 400 meter
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan penundaan penerbangan dilakukan karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap.
Hingga pukul 13.00 WIB pada Kamis, 8 Oktober 2026, pihak bandara mencatat sebanyak 15 penerbangan terdampak.
Jarak pandang pada siang hari itu hanya mencapai 400 meter, di bawah standar minimal penerbangan yang disebutkan pihak bandara, yakni 600 meter.
“Penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” ujar Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 8 Oktober 2026.