Ridwan Kamil turun tangan saat delay massal di Bandara Bali, soroti jadwal pengaspalan yang rugikan penumpang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:41 WIB
Ridwan Kamil membantu penumpang yang mengalami pesawat delay di Bali karena proyek pengaspalan bandara (Tangkapan layar TikTok/Vindy_vdhl19)
Ridwan Kamil membantu penumpang yang mengalami pesawat delay di Bali karena proyek pengaspalan bandara (Tangkapan layar TikTok/Vindy_vdhl19)

GENMILENIAL.ID – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendadak jadi sorotan publik usai videonya membantu penumpang pesawat yang mengalami keterlambatan (delay) di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, viral di media sosial.

Ia turut menyoroti jadwal pengaspalan yang dinilai kurang sensitif terhadap kepentingan publik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 11–12 Juli 2025, ketika penerbangan Super Air Jet rute Denpasar–Jakarta tertunda berjam-jam.

Bahkan, jadwal keberangkatan yang semula pukul 21.30 WITA molor beberapa kali hingga akhirnya dinyatakan cancel, sebelum kembali dijanjikan akan terbang pada pukul 08.00 WITA.

Baca Juga: PT Dahana perkuat diplomasi pertahanan ASEAN lewat kunjungan delegasi tinggi Filipina

Dalam video yang diunggah akun TikTok @vindy_vdhl19, tampak sejumlah penumpang meminta Ridwan Kamil turun tangan untuk berbicara dengan petugas bandara.

“Tolong Pak, tunjukkan powermu,” kata seorang penumpang.

Meski telah menanggalkan jabatan publik, Ridwan Kamil tetap maju dan meminta petugas memanggil pilot untuk memberikan penjelasan langsung kepada penumpang.

Ia menegaskan pentingnya kejelasan informasi bagi masyarakat.

Baca Juga: Istana pertimbangkan coret penerima bansos yang ketahuan main judi online, deposit judol capai Rp957 miliar

Yang paling mencuri perhatian adalah pernyataan Ridwan Kamil saat menanggapi alasan pengaspalan sebagai penyebab utama keterlambatan.

“Ngaspal itu teknis, ditunda dua jam tidak mempengaruhi target kontraktor. Tapi ini merusak rencana hidup ratusan orang—ada yang ujian PNS, ada yang transit,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya pemimpin teknis di bandara untuk mempertimbangkan dampak keputusan secara menyeluruh, bukan hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.

“Kalau tak bisa menjanjikan, ya jangan menjanjikan. Kami bisa antisipasi,” tegasnya, mengkritik kurangnya transparansi dalam manajemen jadwal penerbangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X