GENMILENIAL.ID – Video pembongkaran bangunan minimarket menggunakan ekskavator di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, viral di media sosial.
Bangunan yang masih dalam proses pembangunan itu menjadi sasaran aksi penolakan terhadap pendirian toko ritel modern.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam rekaman yang beredar, alat berat jenis ekskavator terlihat digunakan untuk merusak bagian bangunan hingga sejumlah konstruksi mengalami kerusakan.
Baca Juga: Mantan Waketum Projo sarankan Gibran mundur: Lebih terhormat dan kesatria
Aksi pembongkaran itu menarik perhatian publik karena dilakukan di tengah penolakan terhadap pembangunan minimarket.
Kepolisian telah mengambil langkah pengamanan di lokasi dan memasang garis polisi.
Sementara itu, tindak lanjut hukum atas dugaan perusakan bangunan tersebut masih menunggu laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan.
Video minimarket dibongkar ekskavator viral
Rekaman pembongkaran minimarket di Pamekasan menyebar melalui media sosial dan menjadi perhatian warganet.
Video tersebut memperlihatkan ekskavator yang digunakan untuk membongkar bangunan minimarket yang belum selesai dibangun.
Sejumlah bagian konstruksi dilaporkan mengalami kerusakan dalam aksi yang berlangsung di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan.
Berdasarkan pemberitaan media, penolakan terhadap pembangunan minimarket tersebut telah berlangsung sebelum pembongkaran terjadi.
Artikel Terkait
Jerhemy Owen ubah sampah sachet jadi papan bangunan, lapisi tembok dan atap pabrik mini
Impack Pratama tunjukkan transformasi sampah plastik jadi material bangunan bernilai tambah di IBT 2026
Kebakaran besar hanguskan bangunan kos di Tebet Jaksel: Telan 4 korban tewas, 1 orang terluka
Gedung Hogwan, bangunan tua yang jadi saksi sejarah Bumiayu itu roboh lalu timpa 3 rumah warga
Klaster rumah mewah Lapas Cibinong dibongkar, terkuak bangunan tak berizin
Bangunan ludes terbakar, 2 orang meninggal dunia dalam kebakaran hebat Trans Home Jogja
Ledakan di Pakuwon Mall Surabaya, 41 bangunan terdampak dan 5 orang luka