Baca Juga: MK ungkap temuan soal ijazah Gibran, mengapa permohonan tetap kandas?
Sehari setelah Suyudi menjabat sebagai Kapolri, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah.
Penataan kekuatan di tubuh Polri
Mahfud menilai perubahan tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari penataan kekuatan di tubuh Polri.
Ia juga menyoroti penempatan Listyo Sigit di Kantor Staf Kepresidenan atau KSP sebagai langkah yang menurutnya memiliki konsekuensi politik tertentu.
Menurut Mahfud, pemindahan mantan Kapolri ke KSP dapat menjadi cara untuk menempatkan figur yang sebelumnya memiliki posisi strategis ke dalam lingkungan pemerintahan tanpa tetap berada di struktur kepolisian.
Baca Juga: Syarat pendidikan Gibran digugat, MK akhirnya ambil keputusan
Namun, penilaian mengenai adanya intervensi politik maupun motif di balik penempatan sejumlah pejabat tersebut merupakan analisis Mahfud.
Sementara itu, secara resmi Polri menyebut mutasi terhadap 88 pati dan pamen tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran tugas kepolisian.***