Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait telah mendirikan posko pengungsian sekaligus layanan medis darurat bagi warga terdampak.
Posko tersebut dilengkapi dengan ambulans, tenaga medis, serta tim dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap dapat langsung mendapatkan penanganan di lokasi.
Kehadiran fasilitas ini menjadi sangat penting, mengingat banyaknya warga rentan yang terdampak.
Beberapa warga bahkan memilih mengungsi sementara untuk menghindari paparan asap yang semakin pekat, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan sensitif.
Helikopter dikerahkan untuk water bombing
Untuk mempercepat proses pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara.
Langkah ini diambil karena sebagian area kebakaran sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Sebelumnya, sebanyak 10 unit mobil damkar telah dikerahkan untuk menangani api di titik-titik yang dapat diakses dari darat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyebut bahwa operasi udara ini akan terus dilakukan sesuai kebutuhan.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan dilakukan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi belum membaik.
Baca Juga: Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak
Operasional bandara tetap normal