Di sana, Arif mendapatkan fakta mengejutkan bahwa adiknya telah resign sejak empat bulan sebelumnya.
Lebih mengejutkan lagi, surat pengunduran diri tersebut ternyata tidak dikirim oleh YTR, melainkan oleh TH.
“Saya tanyakan YTR masih di sini, lalu dijawab sudah keluar 4 bulan yang lalu. Yang kirim surat resign bukan dari YTR tapi laki-laki itu,” kata Arif.
Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban berada dalam kendali pelaku sejak lama.
Sempat dicari lewat media sosial hingga ormas
Melanie juga mengungkapkan bahwa keluarga sempat melakukan berbagai upaya pencarian, termasuk melalui media sosial.
Ia bahkan mengunggah informasi kehilangan YTR dan menyertakan foto terduga pelaku.
“Telah hilang adik kami dibawa kabur oleh laki-laki ini. Saya share di Instagram, Facebook,” ungkapnya.
Unggahan tersebut bahkan disebarkan ke grup organisasi masyarakat (ormas) tempat TH disebut bergabung, dengan harapan mendapatkan informasi keberadaan korban.
Pelaku diduga pernah ngamuk ke tempat kerja korban
Fakta lain yang terungkap, TH disebut sempat mendatangi kantor YTR dan meluapkan kemarahannya kepada pihak HRD dan manajemen. Ia diduga tidak terima karena korban sering lembur.
“Dia sempat ngamuk dan mengancam HRD karena kerjaan YTR terlalu diforsir lembur,” ujar Melanie.