Ketua DIKPI dorong self policing sejak dini untuk cegah kekerasan dan stres di sekolah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 14 November 2025 | 12:56 WIB
Ketua DIKPI, Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani menyampaikan pentingnya penanaman konsep self policing sejak jenjang pendidikan dasar (Dok. Promedia)
Ketua DIKPI, Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani menyampaikan pentingnya penanaman konsep self policing sejak jenjang pendidikan dasar (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID – Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani menekankan pentingnya penanaman konsep self policing atau kemampuan mengawasi diri sendiri sejak jenjang pendidikan dasar.

Menurut Dedy, pembelajaran ini membantu anak-anak mengontrol emosi, perilaku negatif, dan tindakan kekerasan sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Dedy saat menjadi narasumber dalam forum diskusi Jaringan Pemred Promedia (JPP) secara daring, Selasa 11 November 2025. 

Baca Juga: Kolaborasi Assyifa Peduli dan Ummahat tingkatkan metode KBM interaktif guru ngaji

Forum bertema 'Knowledge-Based Policing: Ilmu Kepolisian dalam Kehidupan Sehari-hari' membahas penerapan nilai-nilai kepolisian dalam konteks sosial masyarakat.

“Kemampuan individu untuk menahan diri dari kekerasan adalah bagian dari self policing. Mengontrol amarah atau stres terhadap orang lain juga merupakan bentuk policing terhadap diri sendiri,” ujar Dedy.

Dedy menambahkan bahwa self policing relevan tidak hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat umum, termasuk anak-anak di sekolah.

Baca Juga: UMKM Mitra Dahana ikuti inkubasi bisnis TJSL, siap naik kelas dan go digital

Ia menyoroti insiden di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diduga dipicu stres dan bullying. Menurutnya, pengenalan self policing sejak playgroup, TK, dan SD dapat mencegah perilaku berisiko.

“Kalau sejak dini diajarkan bagaimana mengamankan dirinya sendiri, anak-anak akan paham pentingnya mengendalikan diri,” tambahnya.

Dedy menegaskan bahwa self policing menjadi fondasi pendidikan karakter, membangun kesadaran hukum, empati sosial, dan tanggung jawab individu sejak usia dini.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X