Di sisi lain, muncul persoalan lain yang tak kalah krusial, yakni lonjakan jumlah titik SPPG.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengungkap jumlah titik layanan MBG mengalami peningkatan signifikan dari rencana awal.
Baca Juga: PCMB 2026 di Jabar semrawut, ibu-ibu geruduk DPRD: Orang miskin juga ingin sekolah negeri!
Awalnya, pemerintah menargetkan sekitar 21.000 titik SPPG. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah tersebut membengkak menjadi 27.877 titik, atau bertambah sebanyak 6.877 titik.
Penambahan ini dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran negara jika tidak dikendalikan dengan baik.
“Kalau ada 6.877 penambahan, satu bulan ada pengeluaran lebih Rp1 triliun. Pemborosan. Berarti kalau satu tahun sekitar Rp12 triliun,” tegas Zulhas.
Kasus keracunan masih jadi sorotan
Selain persoalan anggaran, pelaksanaan program MBG juga masih dibayangi kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.
Baca Juga: Dasco imbau warga lepas dollar, rupiah diprediksi menguat pekan depan
Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas layanan.
Zulhas menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi kejadian serupa di masa mendatang. Ia memastikan pemerintah akan memperketat kontrol terhadap dapur MBG dalam waktu dekat.
“Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan,” ujarnya.
Dugaan praktik jual beli titik SPPG
Persoalan lain yang turut mencuat adalah dugaan praktik jual beli titik SPPG yang menyebabkan jumlahnya membengkak di luar perencanaan awal.
Baca Juga: Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli