Viral vendor roti bongkar kelakuan SPPG di Kota Serang, minta manipulasi harga di nota anggaran MBG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 5 Juni 2026 | 21:54 WIB
Viral unggahan SPPG minta turunkan harga pada vendor roti untuk MBG (Freepik/topntp26 - Threads/spidolls)
Viral unggahan SPPG minta turunkan harga pada vendor roti untuk MBG (Freepik/topntp26 - Threads/spidolls)

GENMILENIAL.ID – Sebuah unggahan di media sosial Threads yang membahas dugaan praktik tidak wajar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik.

Unggahan tersebut menyinggung perilaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang yang diduga meminta manipulasi harga kepada vendor roti.

Utas tersebut pertama kali diunggah oleh akun Threads @spidolls yang membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan pihak yang mengaku dari SPPG.

Baca Juga: Eks Waka BGN Sony Sonjaya siap jadi justice collaborator, kuasa hukum singgung ada tokoh di lingkaran eksekutif dan legislatif yang terlibat

Dalam unggahannya, ia mengungkap pengalaman saat diminta memproduksi roti dengan harga di bawah standar, namun tetap mencantumkan harga normal dalam nota.

“Akhirnya ngebuktiin sendiri kalau MBG ini lahan basah,” tulis akun tersebut, dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.

Dugaan permintaan manipulasi harga

Dalam penjelasannya, pengunggah menyebut bahwa pada 9 April 2026 dirinya diminta menyediakan roti dengan harga Rp1.500 per buah, sementara harga asli produk tersebut mencapai Rp3.000.

“Tanggal 9 April diminta kasih harga roti Rp1.500 padahal harga aslinya Rp3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000,” tulisnya.

Baca Juga: Oing Abdul Rohim ajak warga jaga bumi, soroti pentingnya merawat sungai di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tak hanya itu, ia juga mengaku diminta menyesuaikan kualitas produk agar sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Dalam percakapan yang dibagikan, pihak SPPG disebut meminta penggunaan bahan yang lebih murah.

“Minta harga Rp1.500 per biji, dikurangi aja ukurannya bu, pakai tepung dan susu curah enggak apa-apa,” tulis pesan dari pihak SPPG.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh penjual karena mempertimbangkan kualitas produk, terlebih jika dikonsumsi oleh anak-anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X