GENMILENIAL.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat (Jabar) tengah menjadi sorotan setelah muncul berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, terutama orang tua siswa terkait gangguan sistem pendaftaran serta proses verifikasi data di lapangan.
Sejak dibuka, program yang dijalankan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu disebut memunculkan sejumlah kendala, khususnya pada sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua siswa mengaku kesulitan dalam mengikuti alur pendaftaran yang dinilai cukup rumit.
Baca Juga: Viral kantor BGN ‘disegel’ masyarakat, massa desak evaluasi pelaksanaan MBG
Keluhan orang tua siswa di lapangan
Tidak hanya soal teknis, sebagian orang tua juga mengaku kebingungan memahami mekanisme SPMB 2026 yang dinilai belum tersosialisasi dengan baik.
Hal ini kemudian menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama calon peserta didik yang tengah mengikuti proses seleksi masuk sekolah.
Buntut dari kondisi tersebut, aksi protes terjadi di Kantor Dinas Pendidikan Jabar pada 9 Juni 2026.
Dalam aksi itu, sejumlah massa menyuarakan keluhan terkait sistem SPMB yang dianggap terlalu rumit dan menyulitkan orang tua siswa dalam proses pendaftaran.
Baca Juga: PTPN I Ciater didesak serahkan 20 persen lahan ke petani penggarap, ancaman sanksi menguat
Aksi protes dan sorotan ke Disdik Jabar
Massa aksi juga menilai terdapat banyak persoalan dalam implementasi SPMB 2026, mulai dari gangguan sistem hingga minimnya kejelasan informasi di lapangan.
Mereka menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam perencanaan maupun pelaksanaan sistem penerimaan murid baru tahun ini.
Wakil Sekretaris Jenderal Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI), Eri Kurnia Febri Fahrozi, turut menyoroti polemik tersebut.