news

Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman

Jumat, 22 Mei 2026 | 15:18 WIB
Menyoroti kondisi terkini para relawan WNI Global Sumud Flotilla yang sempat ditangkap otoritas militer Israel saat menuju Gaza (Instagram.com/@menluri)

GENMILENIAL.ID – Kabar kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) langsung menyita perhatian publik.

Setelah beberapa hari menjalani penahanan oleh otoritas militer Israel, para relawan tersebut akhirnya berhasil dipulangkan dan kini berada dalam pendampingan pemerintah Indonesia.

Peristiwa penangkapan ini terjadi saat lebih dari 50 kapal yang tergabung dalam rombongan GSF berlayar dari Turki menuju Gaza, Palestina, pada Kamis 14 Mei 2026.

Misi tersebut bertujuan membawa bantuan kemanusiaan, namun di tengah perjalanan kapal-kapal tersebut dihentikan dan para relawan dibawa ke pelabuhan untuk menjalani penahanan.

Baca Juga: Kolaborasi hexahelix di Pati, sistem ekraf terintegrasi dorong daya saing UMKM

Kondisi terkini para relawan

Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, Darianto Harsano, menyampaikan bahwa sembilan WNI tersebut kini berada dalam kondisi sehat setelah menjalani masa penahanan selama 3–4 hari.

Mereka saat ini telah berada di bawah pengawasan langsung pihak konsulat dan pemerintah Indonesia di Turki

Meski demikian, Darianto mengungkap adanya dugaan tindakan kekerasan fisik selama proses penahanan.

Ia menyebut para relawan mengalami perlakuan kasar seperti pemukulan hingga dugaan tindakan kekerasan lainnya oleh aparat di lokasi penahanan

Baca Juga: Beredar isu kebocoran 890.000 akses hingga 4,9 juta data nasabah di mobile banking, BCA beri penjelasan

“Mereka selama 3–4 hari mengalami kekerasan fisik,” ujar Darianto sebagaimana dikutip dari unggahan resmi Kementerian Luar Negeri RI, @menluri, pada Jumat 22 Mei 2026.

Ia menambahkan, “Ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum.”

Respons dan pengawalan pemerintah RI

Halaman:

Tags

Terkini