Meski menyadari risiko kesehatan, warga tidak memiliki banyak pilihan. Ancaman penyakit akibat air tercemar harus dihadapi demi bertahan hidup.
Baca Juga: Kecelakaan maut dini hari di Tol Cipali Subang, tiga penumpang APV tewas, kendaraan diduga kabur
“Kok mau ya minum air kotor itu? Ini sudah bukan mau apa nggak, tapi soal bertahan hidup,” tulis pemilik video dalam keterangannya.
Ia menambahkan, dalam kondisi pascabencana, masyarakat tidak lagi memikirkan risiko sakit, sebab tempat tinggal rusak dan harga kebutuhan hidup menjadi semakin mahal.
“Dua bulan bencana, Aceh belum baik-baik saja, apalagi di Desa Sekumur ini,” lanjutnya.
Infrastruktur air minum rusak parah
Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dampak bencana terhadap infrastruktur air minum di Provinsi Aceh terbilang luas.
Baca Juga: Ikut bantu evakuasi longsor Cisarua, remaja indigo asal Majenang ngaku dituntun panggilan batin
Sedikitnya 52 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dilaporkan terdampak di 11 kabupaten dan kota.
Total kapasitas air bersih yang terganggu mencapai 2.151 liter per detik, kondisi yang secara langsung mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Upaya pemulihan masih bertahap
Hingga kini, upaya pemulihan pasokan air bersih masih dilakukan secara bertahap oleh pemerintah bersama berbagai pihak terkait.
Selain intervensi pemerintah, sejumlah organisasi kemanusiaan dan relawan turut ambil bagian dengan membangun beberapa sumur bor darurat.
Baca Juga: Viral proyek jembatan diduga mangkrak, warga Lampung Timur terpaksa nyebrang sungai pakai perahu
Namun, keterbatasan fasilitas membuat sebagian warga Desa Sekumur masih bergantung pada air sungai yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari.