Viral proyek jembatan diduga mangkrak, warga Lampung Timur terpaksa nyebrang sungai pakai perahu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 4 Februari 2026 | 15:14 WIB
Menyoroti penuturan warga asal Lampung Timur yang mengungkapkan terkait dugaan proyek jembatan mangkrak (TikTok.com/@andreanglerliar)
Menyoroti penuturan warga asal Lampung Timur yang mengungkapkan terkait dugaan proyek jembatan mangkrak (TikTok.com/@andreanglerliar)

GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial diramaikan dengan keluhan warga terkait proyek pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, yang diduga mangkrak.

Proyek tersebut menjadi sorotan setelah warga mengunggah video aktivitas sehari-hari menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu.

Video itu diunggah akun TikTok @andreanglerliar dan memperlihatkan kondisi warga, termasuk anak-anak sekolah, yang harus mempertaruhkan keselamatan demi beraktivitas.

Unggahan tersebut pun memicu reaksi luas dari warganet hingga menuai tanggapan pemerintah daerah.

Baca Juga: Seskab Teddy bantah kabar Prabowo gunakan dua pesawat kepresidenan ke luar negeri

Dalam salah satu video, perekam sekaligus warga setempat melontarkan sindiran keras kepada oknum pejabat daerah yang dinilai lamban menyikapi persoalan tersebut.

“Kemarin pada ke mana ya? Sekarang bingung mengukur berapa meter, sampai ramai ini tanggul,” ujarnya.

“Mereka ke mana setelah saya membuat video yang viral dan bendera setengah tiang ini?” lanjutnya.

Diduga proyek jembatan Rp18 miliar

Berdasarkan penelusuran, proyek jembatan di Desa Kali Pasir tersebut diketahui sempat dikerjakan secara bertahap pada rentang tahun 2020 hingga 2022.

Baca Juga: Hujan deras picu banjir dan longsor susulan di Purbalingga, jalan warga berubah seperti sungai

Proyek itu disinyalir menelan anggaran sekitar Rp18 miliar, namun hingga 2026 belum juga rampung.

“Desa Kali Pasir berdiri tahun 1960 tapi hingga 2026, infrastruktur belum kami rasakan,” tulis akun @andreanglerliar dalam unggahan lainnya, Minggu, 1 Februari 2026.

Sebagai bentuk protes, warga bahkan memasang Bendera Merah Putih setengah tiang di pinggiran sungai yang seharusnya dilintasi jembatan penghubung antarwilayah desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X