GENMILENIAL.ID — Kasus dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama Timothy Ronald terus menuai sorotan.
Sejumlah korban mulai angkat bicara dan mengungkap kronologi kerugian yang mereka alami usai bergabung dalam grup berbayar bertajuk Akademi Crypto.
Dua korban, Younger dan Said, mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah setelah tergiur janji konsultasi dan bimbingan langsung dari Timothy Ronald.
Pengakuan tersebut disampaikan keduanya dalam siniar CURHAT BANG Denny Sumargo, Jumat, 16 Januari 2026.
Baca Juga: WNI di Belanda curhat soal panduan bertahan hidup 72 jam, gegara listrik padam warga diminta siaga
Sebelumnya, kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin, 12 Januari 2026, atas dugaan penipuan berkedok edukasi kripto.
Awal mula gabung grup discord ‘Akademi Crypto’
Younger mengungkapkan, dirinya pertama kali bergabung melalui sebuah grup Discord yang disebut memiliki ratusan ribu anggota.
“Grupnya besar, sekitar 500 ribu orang. Tapi kita enggak tahu yang benar-benar bayar itu berapa,” ujar Younger.
Ia mengaku tertarik bergabung karena dijanjikan akses edukasi dan konsultasi trading kripto secara eksklusif. Untuk masuk, ia harus membayar sejumlah uang.
Baca Juga: Terobos banjir demi mengajar, aksi guru matematika SMK Serang ini tuai salut warganet
“Awalnya saya bayar Rp9 juta, lalu upgrade ke paket lifetime nambah sekitar Rp40 jutaan,” ungkapnya.
Total kerugian yang ia keluarkan mencapai Rp50 juta.
Skema berbayar: Akses setahun hingga seumur hidup