GENMILENIAL.ID — Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Subang, Ernawati, mengungkap praktik intimidasi masif yang dilakukan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap para kepala desa.
Modus tersebut dikenal dengan istilah 'surat cinta', yakni surat permintaan data anggaran yang berujung pada ancaman pemerasan.
Pengungkapan ini disampaikan Ernawati usai konferensi pers pengungkapan kasus OTT oknum LSM oleh Polres Subang di Aula Patriatama Polres Subang, Kamis, 15 Januari 2026. Ernawati juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukamandijaya.
Baca Juga: OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa
'Surat cinta' bikin kepala desa resah
Ernawati menyebut, surat-surat tersebut dikirimkan ke kepala desa dengan bahasa formal namun bernuansa intimidatif.
Meski disebut 'surat cinta', isinya justru membuat resah dan mengganggu psikologis aparatur desa.
“Para kepala desa yang mendapatkan surat-surat seperti surat cinta ini sangat resah. Tindakan oknum tersebut mengganggu sekali, sampai ada kepala desa yang malas berkantor karena tekanan seperti itu,” ujar Ernawati.
Ia mengungkapkan, intimidasi ini bukan terjadi secara sporadis, melainkan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Subang.
“Hampir dari 245 desa, hampir semuanya pernah mendapatkan surat-surat seperti itu. Dan itu bukan dari satu oknum LSM saja, tapi dari beberapa,” tegasnya.
Nominal pemerasan capai puluhan juta rupiah
Lebih lanjut, Ernawati membeberkan nominal pemerasan yang diminta oleh oknum LSM tersebut bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.
“Variatif, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, bahkan sampai Rp30 jutaan,” ungkapnya.