Menurutnya, modus yang digunakan adalah ancaman akan mempublikasikan dugaan penyimpangan anggaran desa ke media atau melaporkan ke aparat penegak hukum jika permintaan uang tidak dipenuhi.
“Padahal desa itu setiap akhir tahun anggaran diaudit oleh Inspektorat Daerah (IRDA). Kalau sudah lolos audit dan clear, tetap saja mereka mengancam,” katanya.
Intimidasi terjadi berulang kali dalam sebulan
Ernawati menyebut, surat-surat intimidasi tersebut tidak hanya dikirim sekali, tetapi bisa terjadi berulang dalam waktu singkat.
“Banyak sekali. Dalam satu bulan bisa empat kali. Kita tidak bisa hitung satu atau dua, yang pasti jumlahnya banyak,” ujarnya.
Kondisi ini, kata dia, membuat iklim kerja pemerintahan desa terganggu dan berdampak pada pelayanan masyarakat.
APDESI kirim karangan bunga ke Polres Subang
Sebagai bentuk apresiasi atas pengungkapan kasus OTT oknum LSM, APDESI Kabupaten Subang mengirimkan puluhan karangan bunga ke Polres Subang.
“Kami sangat mengapresiasi jajaran kepolisian, terutama Kapolres dan Kasat Reskrim. Baru kali ini kami benar-benar didukung dan disupport untuk mengungkap kasus-kasus seperti ini,” tutur Ernawati.
Ia berharap pengungkapan kasus ini menjadi efek jera dan menghentikan praktik intimidasi terhadap kepala desa di Kabupaten Subang.***
Artikel Terkait
Silaturahim dengan APDESI, Pemda Subang minta para Kades agar optimalkan kinerja layani masyarakat
Hj. Ernawati terpilih menjadi Ketua APDESI Kabupaten Subang periode 2024-2029
Jaga netralitas Kepala Desa, Bawaslu Subang lakukan sosialisasi dan berikan surat imbauan langsung kepada Ketua APDESI dan Pejabat BUMD
KPK dalami pemerasan K3 sejak 2019, Immanuel Ebenezer diduga ikut nikmati aliran dana
KPK bongkar modus pemerasan Gubernur Riau: Uang setoran diduga untuk plesiran ke tiga negara
Tak lagi sekadar OTT, Mahfud MD bongkar mandeknya kasus korupsi besar sepanjang 2025
OTT oknum LSM peras kades, Polres Subang bongkar modus intimidasi anggaran desa