Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Imam Maryono, membenarkan bahwa penggunaan gas air mata merupakan bagian dari latihan simulasi penanganan aksi demonstrasi yang digelar kepolisian.
Menurut Imam, gas air mata kemungkinan terbawa angin hingga mencapai lokasi siswa yang sedang berada di sekitar sekolah.
“Pada saat pelaksanaan latihan Dalmas, sempat menggunakan gas air mata dan mungkin kebetulan angin membawa ke arah siswa yang mungkin lagi nonton, lagi nongkrong, jadi perih,” ujar Imam dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Atas kejadian tersebut, pihak Polres Cilegon menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak.
“Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf,” imbuhnya.
Baca Juga: Prabowo sudah dikunci Golkar untuk Pilpres 2029, bagaimana nasib Gibran?
Pernyataan tersebut menjadi respons kepolisian atas insiden paparan gas air mata yang terjadi ketika kegiatan latihan berlangsung di dekat lingkungan pendidikan.
Sebanyak 19 siswa diperiksa di rumah sakit
Imam menyebut sekitar 19 siswa terdampak akibat paparan gas air mata tersebut.
Para siswa kemudian mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan di dua fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Hermina dan Rumah Sakit Krakatau Medika.
“Kalau tidak salah, ada 19. Sudah pulang semua karena masuk ke rumah sakit, dicek, diobati kemudian langsung dibawa pulang,” jelas Imam.
Baca Juga: Pekatnya kabut asap selimuti Palangka Raya: Sudah 3 bulan tidak melihat langit biru
Ia memastikan seluruh siswa yang menjalani pemeriksaan medis telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Polres Cilegon juga menanggung biaya pengobatan para siswa yang terdampak dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
495 Prestasi terkurasi Puspresnas, begini cara SMAIT As-Syifa Wanareja kembangkan talenta siswa
Belasan siswa di Subang mual dan muntah usai minum susu MBG, 2 masih dirawat
Kapolsek Subang ingatkan siswa SMAN 3 soal disiplin dan bahaya kenakalan remaja
Siswa MAN 2 Binong diingatkan tak mudah terprovokasi medsos, ini pesan Kapolsek
Buntut kasus dugaan perundungan siswa SD Pemalang hingga meninggal: 8 Saksi diperiksa polisi, termasuk kepsek
Kronologi kematian siswa SD Pemalang, diduga jadi korban perundungan hingga sempat dirawat di rumah sakit 8 hari
Tiga siswa MA Negeri 1 Subang dapat sepeda dari Kapolres, ini pesannya