Baca Juga: 112 Inovasi masuk SIF 2026, Bapperida Subang siapkan fasilitasi HAKI untuk para pemenang
KPK dalami dugaan peran sebagai broker
Dalam perkembangan penyidikan, KPK mengungkap dugaan peran Ipda Yayat sebagai broker atau perantara yang menghubungkan pihak swasta dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dugaan peran tersebut berkaitan dengan upaya melancarkan pemberian suap dalam proyek pemerintah daerah.
Namun, proses penyidikan masih berjalan. KPK masih mendalami konstruksi perkara serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap dugaan keterlibatan Yayat dalam perkara tersebut.
Dengan demikian, status dan dugaan peran Yayat masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang dilakukan KPK.
Baca Juga: Jelang bansos PKH-BPNT tahap 4, hindari 4 faktor perubahan data ini agar saldo tak gagal cair!
Belasan aset Yayat ditelusuri penyidik
Selain mendalami dugaan perannya dalam perkara suap, KPK juga menelusuri aset yang diduga dimiliki Ipda Yayat.
Salah satu aset yang telah menjadi lokasi penggeledahan adalah rumah di Depok pada Senin, 21 September 2026.
KPK menyebut aset yang diduga berkaitan dengan Yayat tersebar di sejumlah wilayah. Penelusuran tersebut mencakup Jakarta, Bekasi, Cibubur, Depok, Bogor, Sukabumi hingga Karawang.
Kepemilikan sejumlah aset tersebut menjadi perhatian dalam proses penyidikan karena Yayat masih berpangkat Ipda.
Baca Juga: Karhutla melanda Kalimantan, siswa Kaltim hingga Kalbar masih menanti sekolahnya kembali dibuka
Dalam bahan yang disampaikan, penghasilan Yayat disebut berada pada kisaran Rp2,9 juta per bulan dari gaji, sedangkan jika ditambah tunjangan totalnya dapat mencapai sekitar Rp6,2 juta per bulan.
Penelusuran aset tersebut dilakukan untuk melihat keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani KPK.
Artikel Terkait
Bupati Bekasi bantah pernyataan Menkeu Purbaya soal jual-beli jabatan, tegaskan seleksi pejabat didampingi KPK
3 Pejabat PDAM Bekasi diduga korupsi proyek pipa air bersih, bikin negara boncos Rp4,5 miliar
ESAI: OTT Rektor Unsoed dan kotak pandora jalur mandiri, beranikah KPK membongkar kampus lain?
Usai rektor Unsoed cs masuk bui, KPK panggil ASN untuk telusuri dugaan pemerasan seleksi maba
Fahd tiga kali terjerat KPK, Agus Sulistriyono soroti standar etik partai politik
Saat Nusron Wahid tak kunjung diperiksa di tengah skandal suap HGB Summarecon, KPK kena cipratan kritik
14 Orang kena OTT KPK, mengapa hanya Bupati Bolmut yang jadi tersangka di kasus pemerasan?